Ika Nur Atikoh binti Taufik merupakan alumnus Pesantren Minhajut Tholabah yang lolos seleksi beasiswa LPDP di mancanegara. Santri yang akrab dipanggil Ika ini merupakan lulusan MTs-MA Minhajut Tholabah. Kemudian Ika menerima beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag RI saat menempuh S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Beasiswa LPDP akan menanggung seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa 100 persen. Ini mencakup biaya pendaftaran universitas, biaya non-SPP yang bisa digunakan untuk beli buku dan ikut seminar. Selain itu, juga dapat biaya transportasi ke universitas tujuan, asuransi kesehatan, uang bulanan, hingga tunjangan keluarga.
Perjalanan Ika Atikoh dalam meraih beasiswa penuh dengan perjuangan. Santri mengglobal mencoba menanyakan beberapa hal kepada Ika serta mengulasnya. Berikut pertanyaan yang kami sodorkan beserta jawaban ka Ika Atikoh.

  1. Mengapa Kak Ika pilih beasiswa/kampus Swedia? Apa alasanya? Apa daya tariknya?

Jawaban:
Pertama, karena jurusan yang ditawarkan pada kampus tujuanku sangat sesuai dengan kebutuhan dan keinginanku.
Kedua, kampus tujuanku merupakan 6 besar terbaik di dunia dalam bidang kesehatan dan jaringan alumninya sangat bagus terutama di Indonesia, teknologi dan fasilitas yang ditawarkan kampus juga sudah sangat maju.
Ketiga, Swedia merupakan negara yang mayoritas penduduknya mengerti Bahasa Inggris sehingga kita tidak perlu khawatir untuk beradaptasi dengan bahasa di sana. Selain itu, Swedia merupakan salah satu negara yang paling aman di dunia, mengingat aku muslim, hal ini juga aku pertimbangkan karena nanti kita hidup sebagai minoritas di sana (terlebih terkait isu-isu teroris). Swedia juga negara yang maju, tempat lahirnya beberapa startup kelas dunia, rumahnya IKEA, H&M, Spotify, dll.

Lingkungan di sana sangat bagus untuk belajar, airnya bersih, serta pemandangannya indah sehingga ketika jenuh belajar bisa melihat lingkungan sekitar untuk refreshing.

  1. Susah senang selama perjuangan nyari beasiswanya?

Jawaban:
Susahnya mungkin karena tahapan seleksinya lumayan banyak. Pertama, seleksi administrasi (ijazah, surat rekomendasi, essay, kemampuan Bahasa inggris, dll). Kedua, seleksi komputer meliputi Tes Potensi Akademik, Tes soft competency, serta Essay on the spot. Terakhir, seleksi substansi, ada leaderless group discussion sama wawancara. Terlebih lagi aku baru belajar Bahasa inggris (belajar yang serius) itu akhir-akhir kuliah jadi butuh waktu lama untuk memenuhi syarat. Hal yang bikin sedih juga lama lama kehilangan temen berjuang, ada yang sukses duluan (dapet beasiswa) dan juga ada yang menyerah duluan, jadi bener-bener harus serius dan siap menginvestasikan waktu kita untuk dapat beasiswanya.
Senangnya juga, diperjalanan mencari beasiswa ini kita dapat kenal teman-teman baru, yang punya mimpi dan cita-cita yang sama, dan mereka itu berasal dari berbagai penjuru Indonesia, aku jadi mengenal orang-orang hebat, bisa belajar dari mereka. Selain itu, kita juga jadi belajar untuk meningkatkan kualitas diri karena proses yang kita alami.

  1. Apa Pesan buat santri Indonesia yang masih berjuang cari beasiswa?

Jawaban:
Jangan pernah menyerah dan berhenti mengejar mimpi, jika Allah belum kasih mungkin karena waktunya belum tepat atau memang ada yang lebih baik untuk kita.

Tugas kita adalah terus berusaha dengan diiringi doa dan ibadah. Benar memang jika hasil itu tidak menghianati usaha. Intinya jangan lelah berjuang.

Demikian kawan-kawan santri, semoga uraian kak Ika dapat menginspirasi kita semua, semoga bermanfaat. Saatnya santri mengglobal.


2 Comments

Luluk nadia · May 3, 2019 at 7:27 am

Min apa bisa minta email dari kak ika. Saya ingin bertanya tentang prosedur pendaftaran beasiswa santri lpdp

    Admin · May 23, 2019 at 3:37 am

    Coba dm instagram kami ya, kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *