Selamat pagi sahabat santri mengglobal semuanya, salam hangat dari dinginya pagi di kota kairo yang kini sedikit demi sedikit tersinari mentari hingga sinarnya menyelimuti rongga-rongga sudut kota. Mengulas sejarah peradaban kuno Mesir itu tidak akan ada habisnya, hampir setiap minggu kita selalu membahas negeri Musa ini mulai dari peradaban kuno hingga ke makanan khas yang terdapat di mesir. Nah untuk kali ini kita akan sedikit mengulas peradaban kuno mesir yang ada di kota Luxor.
Kota Luxor (dalam bahasa Arab ditulis : Al-Aqshar) dikenal dengan world open air museum. sangat ramai dikunjungi turis mancanegara. Luxor juga sangat dikenal sebagai pusat pemerintahan raja-raja mesir kuno era New Kingdom dengan nama Wizy-Wany. Masyarakat yunani mengubahnya menjadi Thebes. karena banyaknya pilar di seluruh penjuru kota, Homerus penyair Yunani terkenal tersebut menyebut kota ini dengan nama kota seratus pintu. Nama tersebut berkembang hingga orang arab menyebutnya Luxor yang berarti istana . Hal ini dilakukan karena mereka terkesan dengan bangunan-bangunan bersejarah yang sangat indah, megah dan besar layaknya istana para raja.
Luxor memiliki kepadatan penduduk mencapai 150.000 jiwa. sebagai kota wisata, Luxor diberikan hak otonomi khusus oleh otoritas pemimpin Mesir. Karena kesannya yang klasik, para turis mengira seluruh bangunan  yang ada di Luxor merupakan bangunan bangunan lama. Padahal beberapa bangunan  tersebut adalah bangunan yang dibangun di era modern dengan ciri khas kuno, seperti Bank Nasional , Spa di selatan kantor polisi hingga stasiun kereta api. Secara keseluruhan kota ini memenuhi semua kebutuhan pariwisata, mencakup hotel, bar, night club serta restoran.
Di antara tempat sejarah yang layak anda kunjungi di Luxor adalah :

  1. Ma’bad Al-Aqshar

Istana agung ini dibangun oleh Amenhotep III sekitar tahun 1400 SM. namun tak sempat rampung karena ia keburu meninggal. 100 tahun kemudian, Ramses II mulai menyempurnakannya. Ma’bad ini terletak dipusat kota Luxor. pintu gerbangnya dijaga oleh dua patung Ramses berukuran raksasa dalam posisi duduk. Ada pula dua buah Obelisk (tugu lancip), salah satunya masih berdiri tegak, namun satu lagi pindah ke Concord Square, Paris, dijarah tentara Prancis kala mereka menduduki Mesir.
Di dalam ma’bad ini ada taman Ramses II yang dikitari 32 pilar raksasa. di arah timur  terdapat sebuah masjid bernama  Abu Al-hujjaj yang dibangun kaum muslimin pada Dinasti Fathimiyah.

Kuil Karnak

  1. Kuil Karnak

Dibangun sekitar tahun 2000 SM. diperuntukan sebagai singgasana Raja AMon. sebanyak 50 kerajaan kecil ikut serta dalam membantu Karnak. Karnak termasuk tempat peribadatan terbesar di Mesir. luasnya lebih dari 31 hektar. Kuil Karnak jauh lebih megah bila dibandingkan dengan kuil Abu Simble. selain berada di ibu kota kerajaan, Karnak juga dipersembahkan kepada semua Fir’aun yang berkuasa selama kurun waktu yang sangat lama pada era New Kingdom.
Pintu gerbang Karnak yang tinggi dan megah akan tampak dari kejauhan. Di dalamnya terdapat 134 pilar yang menjulang ke angkasa. jika berada diantara pilar-pilar tersebut, kita terlihat sangat kecil.

  1. Kuil Hatshepsut

Hatshepsut adalah salah satu situs sejarah Mesir yang masih utuh. Dibangun oleh ratu yang memerintah Mesir abad 1500 SM. kuil ini terletak di balik bukit lembah  raja. Nama Kuilnya adalah Djeser -Djeseru (the Splendor of The Splendor). Hatshepsut adalah wanita yang berbusana pria. Ia selalu mencitrakan dirinya sebagai seorang laki-laki agar diterima menjadi pemimpin bangsa mesir.
Ia digambarkan mengenakan mahkaota bertingkat dua, sebagaimana halnya dipakai oleh raja laki-laki. Hatshepsut meminta para arsitek yang memahat patungnya untuk menempelkan jenggot panjang pada dagunya. Akan tetapi bentuk badannya  tak bisa menipu kalau dia adalah wanita. Hatshepsut memerintah Mesir sejak 1473 SM hingga 1458 SM. Konon kabarnya pada masa ia  berkuasa, Mesir mengalami puncak kemakmuran dan kestabilan Negara.
Akhir hayatnya sangat misterius. Diprediksikan ia mati karena dibunuh oleh anak tirinya sendiri, Tuthmosis III. Muminya sempat tak terindetifikasi selama bertahun-tahun. Kini muminya ditempatkan bersama mumi-mumi lainnya di museum Kairo.
Nah itu sedikit pengenalan beberapa bangunan kuno bersejarah di kota Luxor Mesir, buat kamu yang mau jalan-jalan kesana  selain ikut program travel yang biasanya menghabiskan budget 1400 le sekitar 1 juta rupiah, kamu bisa juga ke Luxor backpacker yang mungkin untuk budget  bisa lebih murah dan waktu kamu untuk menikmati kota luxor lebih lama dibandingkan ikut dengan travel yang biasanya mengambil paket 4-5 hari saja. Kadang Mahasiswa Indonesia tidak hanya jalan-jalan saja untuk menuju kota Luxor melainkan niat untuk berziarah ke tempat Syeikh Ahmad Tayib Grand Syeikh Al-Azhar Mesir. Jarak tempuh dari Kairo ke Luxor 655 km yang memakan jarak tempuh 7 jam kurang lebih, dan perjalanan selama itu bisa kamu kamu nikmati dengan melihat suasana pedesaan yang jarang sekali kamu liat di kairo.
Penasaran banget kan buat kamu yang belum pernah mengunjungi kota Luxor dan pengen banget buat mempelajari sejarahnya namun belum ada kesempatan untuk mengunjungi  KotaLuxor, jangan patah semangat, karena pasti akan ada banyak jalan untuk menuju kota Luxor.
Tulisan ini kita mabil dari berbagai sumber seperti buku “Long Journey to Egypt”, Wikepedia dan juga dari hasil wawancara berbagai narasumber.
Darma Ami Fauzi                                                                                                                                                                                    Mahasiswa Al-Azhar Kairo, Mesir
 
 
 
 
 
 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *