رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Artinya:

“Ya Allah, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, Ya Tuhan kami terimalah doaku. Ya Tuhan kami ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan orang-orang yang beriman pada hari kiamat”

Doa yang sedang anda baca ini adalah bagian dari rangkaian doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam, dimana Nabi Ibrahim as. memohon kepada Allah swt agar beliau dan keluarganya dijadikan orang-orang yang selalu melaksanakan shalat. Pakar tafsir kontemporer Syekh Wahbah al-Zuhaili menyatakan bahwa shalat adalah ciri keimanan seseorang, oleh karenanya Nabi Ibrahim hanya menyebutkan shalat saja dalam doa ini

Memohon taufik dan hidayah-Nya agar selalu konsisten dalam melaksanakan shalat, merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seorang muslim. Sebab, diri kita tidak terlepas dari rasa malas yang membuat lalai untuk menunaikan ibadah yang merupakan tiangnya agama itu.

Di antara fungsi shalat adalah membersihkan dosa-dosa, dalam Hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Saw memberikan analogi di depan para sahabatnya, tentang seseorang yang mandi lima kali sehari, mungkinkah ada kotoran yang menempel di badannya? Tentu tidak, dengan syarat mandinya harus berkualitas, niscaya kotoran dan bau badan pun akan sirna.

أرأيتم لو أن نهرا بباب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات، هل يبقى من درنه شيء؟ قالوا: لا يبقى من درنه شيء، قال: فذلك مثل الصلوات الخمس، يمحو الله بهن الخطاي

Artinya

“Bagaimana pendapat kalian, sekiranya ada sungai berada di dekat pintu salah seorang di antara kalian yang dipergunakan untuk mandi lima kali dalam sehari, mungkinkah masih ada kotoran yang tersisa?” para sahabat menjawab “kotorannya tidak akan tersisa. “beliau bersabda” itulah perumpamaan kelima shalat, yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan. HR. Muslim

Melalui shalat yang baik dan berkualitas insya Allah dosa yang kita perbuat di setiap waktu, baik yang terasa maupun tidak terasa, selagi bukan dosa besar dan juga bukan dosa yang berkaitan dengan hak orang lain, akan diampuni oleh Allah swt . Lantas, dengan apalagi kita dapat membersihkan dosa-dosa tersebut bila kita masih malas shalat? Dalam Hadis lain Nabi Saw bersabda:

الصلاة الخمس، والجمعة إلى الجمعة، كفارة لما بينهن، ما لم تغش الكبائر

Artinya

Shalat lima waktu dan shalat jumat ke jumat berikutnya adalah penghapus dosa, selagi tidak melakukan dosa besar

Doa ini juga tidak sekedar untuk pribadi, tapi juga mendoakan anak keturunan agar diberi ke-istiqamahan dalam melaksanakan shalat, terlebih shalat wajib lima waktu. Setelah itu Nabi Ibrahim As memohon ampunan untuknya dan untuk kedua orangtuanya, menurut para ulama beliau lakukan ini sebelum mengetahui kekufuran ayahnya, dan diakhiri dengan mendoakan seluruh orang-orang yang beriman agar diampuni saat hari perhitungan kelak.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *