Negeri yang dikenal dengan sebutan Negeri 2 Benua Asia-Eropaatau negeri Sultan Muhammad Al Fatih sang penakluk Constantinopel ini menjadi tempat aku melanjutkan studi S-1, tepatnya disalah satu kota yang berada di İç Anadolu atau Anatolia Tengah yaitu, Kota Kayseri. Kayseri, kota dengan iconic Gunung Erciyes ini menjadi daya pikat ketika memasukin musim dingin. Para wisatawan lokal bahkan mancanegara datang untuk merasakan sensasi bermain ski di Ski Resort Gunung Erciyes. Tidak hanya itu di Kayseri juga terdapat makam Seyyid Burhaneddin salah satu guru dari Maulana Jalaluddin Rumi.

Jauh tinggal ditanah perantauan menjadikan banyak moment yang harus dilewatkan ditanah perantau salah satunya bulan suci ramadhan. Sejak ramadan pertama tahun 2016 di Turki menjadi hal yang cukup menantang dengan durasi puasa sekitar 16 jam lamanya. Ditambah suhu yang mulai naik dengan masuknya musim panas. Dimulai dengan sahur sekitar pukul 03.53 dan akan terus maju waktu sahurnya setiap hari sampai akhir ramadan  Begitupun iftar sekitar pukul 19.41 dan akan terus mundur waktu iftarnya setiap hari sampai akhir ramadan. Dan biasanya ramadan itu datang dibarengi dengan Exam Final atau Ujian Akhir Semester. Nah, di Turki penetapan awal puasa tidak seheboh di Indonesia yang harus menuggu hasil sidang Isbat dari Kementrian Agama dan awal ramadan di Turki pasti serempak diseluruh penjuru Turki.

Iftar ala Turki jauh berbeda dengan iftar ala Indonesia. Iftar di Turki umumnya diawalin dengan Çorba (sup ala Turki) ditemani dengan roti pastinya. Di Turki saat ramadan tiba toko toko menyajikan roti khas bulan ramadan, namanya Ramazan Pidesi, roti yang satu ini hanya ada dan djual  pada bulan ramadan saja. Di bulan yang suci ini juga banyak Dernek atau lembaga lembaga yang memberi iftar gratis untuk pelajar, khususnya pelajar asing atau biasanya anak-anak Indonesia yang tinggal di apartemen sering berkreasi dengan bahan-bahan yang terbatas dan pastinya dengan panduan dari video tutorial masak yang ada di Youtube. 

Sup ala turki

Turki dengan mayoritas muslimnya yang bermazhab Hanafi menjadi sesuatu yang barbeda karena aku yang datang dari Indonesia yang mayoritasnya bermazhab Syafii. Sholat tarawih di Turki umumnya dikerjakan sebanyak 23 rakaat 5 kali salam dan 3 rakaat sholat witir pada rakaat terakhir sebelum ruku’ ditambah bacaan Do’a Qunut. 

Tradisi unik dalam membangunkan sahur juga ada disini.  Saat sahur tiba, ada sekitar 2 orang yang akan berkeliling disekitar kompleks dengan membawa davul (drum) untukmembangunkan warga sahur. Ramazan sokağı (Jalan Ramadhan)  adalah event yang ada hanya pada bulan suci yang satu ini, konsepnya seperti pameran dan bazar dengan menjual aneka makanan khas Turki dan merchandise.

Jauh dari ibu pertiwi menjadikan kita para perantau ilmu ini,lebih terbiasa lagi dengan namanya rindu. Rindu keluarga, rindu masakan sampai dengan suasana yang ada. Tapi, bagaimanapun menjalani ramadhan dinegeri perantauan adalah pengalaman yang luar biasan, yang tidak semua orang bisa rasakan.

Dony Kukuh Permadibyo

Mahasiswa Erciyes Universitesi Turkey


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *