Bahasa adalah media komunikasi setiap orang untuk mengungkapkan maksud dan tujuannya, setiap bangsa memiliki bahasanya masing-masing. Oleh karenanya, seseorang tidak mungkin dapat berinteraksi dengan lawan biacaranya bila kedua belah pihak tidak saling memahami bahasa yang disampaikan oleh keduanya, Keragaman bahasa ini adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah swt, dijelaskan dalam al-Quran surat Ar-Rum:22

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

Artinya

“dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”

Dengan begitu, memahami bahasa asing adalah modal awal untuk saling mengenal dan menjalin keharmonisan antar bangsa, terlebih bahasa yang banyak diakses dan dipelajari di dunia, untuk saat ini sekurang-kurangnya sarana untuk menembus cakrawala ilmu pengetahuan dan pengalaman adalah penguasaan terhadap bahasa Arab dan Inggris.

Lantas untuk apa sebenarnya kita belajar bahasa asing?

Terdapat ragam motivasi yang melatarbelakangi seseorang belajar bahasa asing, ada yang bertujuan untuk meraih beasiswa, kebutuhan kerja, dan ada pula untuk hanya sekedar menambah wawasan dan digunakannya bilamana dibutuhkan. Terlepas dari itu semua, pernahkah kita menyadari bahwa belajar bahasa asing adalah bagian dari kegiatan yang diperintahkan Nabi saw?

Bila kita lihat hadis riwayat Imam Tirmidzi (w 279 H) dalam kitab sunan Tirmidzi, Nabi saw memerintahkan salah seorang sekretarisnya yang bernama Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Suryani yang saat itu digunakan oleh orang-orang Yahudi, hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya surat yang datang kepada Nabi saw, akan tetapi Nabi hawatir ada penambahan dan pengurangan bila memerintahkan orang Yahudi untuk membalas surat-surat tersebut, maka beliau memerintahkan Zaid binTsabit. Setelah kurang lebih dua minggu mengikuti ‘short course’, sahabat Nabi yang terkenal dengan penulis wahyu ini dapat mengawasai bahasa tersebut.

عن أبيه زيد بن ثابت، قال: أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أتعلم له كلمات من كتاب يهود قال: إني والله ما آمن يهود على كتاب قال: فما مر بي نصف شهر حتى تعلمته له قال: فلما تعلمته كان إذا كتب إلى يهود كتبت إليهم، وإذا كتبوا إليه قرأت له كتابهم.

Artinya:

Dari Zaid bin Tsabit berkata: bahwa Rasulullah saw memrintahkanku untuk mempelajari bahasa orang-orang Yahudi, beliau bersabda: Demi Allah aku tidak percaya kepada orang-orang Yahudi atas suratku, Zaid berkata; setelah setengah bulan aku belajar bahasa tersebut aku dapat menguasainya, apabila beliau hendak mengirim surat kepada orang-orang Yahudi aku menulisnya untuk mereka, dan apabila mereka mengirim surat kepada beliau maka aku membacakan surat mereka untuk beliau.

Dengan menguasai bahasa asing terlebih bahasa yang banyak dipakai oleh orang-orang non-muslim, kita dapat berdialog, berdiskusi dan menyampaikan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, bila diniatkan dengan ikhlas untuk mendakwahkan Islam, insya Allah belajar bahasa Asing ini termasuk Sunnah Nabi saw. Wallahu’alam


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *