Setiap jenjang pendidikan pasti memiliki sebuah sistem bernama ujian. Ujian merupakan suatu tolok ukur kemampuan dan keterampilan atau tes kelayakan untuk kenaikan tingkat bagi setiap pelajar. Dalam kesempatan ini, saya akan sedikit mengulas tentang ujian yang berlangsung di almamater saya, Universitas Al-Azhar Mesir.

Bicara mengenai universitas luar negeri, tampaknya selalu dianggap bergengsi. Terutama di mata kawan-kawan yang masih duduk di bangku SMA sederajat. Menyandang sebagai mahasiswa luar, berarti menanggung segala ekspetasi khalayak. Di balik kerennya setiap postingan pada laman sosial media, ada sejuta kegelisahan yang dialami. Mulai dari adaptasi dengan lingkungan, cuaca, makanan, bagaimana menghadapi ujian, ilmu apa yang harus ia bawa kepada masyarakat nanti, mengatur keuangan supaya tidak terlilit hutang, dan lulus tepat waktu guna melamar sang pujaan hati biar nggak malu-malu amat kalau bertamu calon mertua (yang ini sih bonus, hehehe.)

Saya akan mencoba menceritakan perjuangan para mahasiswa Al – Azhar Mesir dalam menaklukkan ujian sesuai dengan pengamatan dan pengalaman saya selama ini. Barangkali bisa menjadi gambaran bagi teman-teman sekalian yang berminat menuntut ilmu di luar negri, khususnya di tempat yang sama.

Pertama, memahami ratusan lembar kitab berbahasa arab, tentunya. Mulai dari Fiqh madzhab syafi’i, Fiqh perbandingan madzhab, Fiqh konteporer,
Ushul fiqh, dan lain sebagainya bagi mahasiwa jurusan syariah islamiyah seperti saya. Jadi bagi kamu yang berniat kuliah di Mesir, dipertimbangkan baik-baik. Kira-kira, apakah minat baca kamu sudah mumpuni untuk memahami dan menghapal kitab-kitab? Karena, potret bahagia kami di Pyramid akan berpindah di depan meja belajar sambil tangan memegang kepala dengan kening mengerut pada masa-masa ujian.

Kedua, sulitnya memembagi waktu. Bagi kamu yang segala sesuatu masih disiapkan oleh orang tua, dan bercita-cita merantau ke negri orang, lebih baik dipertimbangkan ulang. Para mahasiswa Al-Azhar di masa masa ujian, akan sangat terfokus ke buku hingga ada saja yang lupa makan. Tentunya hal tersebut akan sangat membahayakan loh! Apa lagi buat kamu yang “mager” alias males gerak pake banget. Belum lagi kalau kamu punya penyakit maag. Waaah, kalau begitu kamu akan K.O. tidak perlu menunggu waktu lama. Kenapa? Karena seperti yang kita semua ketahui, asupan gizi pada masa-masa ujian itu sangat penting. Memang sudah tidak diherankan lagi, apabila banyak beredar kabar dari teman-teman satu almamater yang tiba-tiba sakit ketika memasuki masa ujian. Hanya saja, alangkah baiknya kalau kita pandai menjaga asupan makanan agar tubuh dan otak kita tetap ternutrisi dengan cukup.

Ketiga, menahan diri dari hobi-hobi yang memang tidak sesuai dengan peningkatan belajar kamu. Contohnya seperti menonton film berjam-jam, bermain game, traveling, dan lain sebagainya. Pengecualian kalau setiap urusan penting sudah selesai, belajar sudah dilakukan secara maksimal, refreshing sejenak memang diperlukan. Asal tidak berkelanjutan sampai melalaikan kewajiban.

Keempat, menahan rindu yang amat berat kepada keluarga dan sanak saudara. Selain ujian tahun ini dimulai di akhir-akhir bulan suci ramadhan, lalu dilanjutkan setelah idul fitri, banyak mahasiswa/i yang mengurungkan niat pulang untuk berkumpul dengan keluarga di tanah air. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana ujian berakhir sebelum idul fitri dan masih sempat untuk memesan tiket untuk mudik.

Itulah sedikitnya empat perjuangan yang harus dilalui oleh Mahasiswa Al-Azhar Mesir ketika ujian. Semoga dari kisah di atas bisa menjadi motivasi pendorong, sekaligus gambaran kecil bagi kamu yang masih tetap berkeinginan untuk menjadi mahasiswa luar negeri serta menjadikan itu semua sebagai referensi dalam mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan baru.

Darma ami fauzi
Mahasiswa Al-Azhar Mesir


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *