Mentari pagi kota Kairo menyinari ruas jalan-jalan sempit yang tercipta dari deretan bangunan bertingkat yang padat dan berjejer tak rapi. Dengung mesin pembuat isy (roti mesir) yang berada tepat di lantai dasar gedung flat tempat saya tinggal, terdengar memecah keheningan sekitar.

Menyelusuri ruas jalan sepi di pagi hari kota Kairo adalah kesenangan tersendiri. Tak ada riuh gemuruh serta teriakan bernada tinggi nan sumbang yang berasal dari mayoritas keseharian orang-orang Mesir di siang hari. Damai dan menentramkan. Suasana ini membuat saya teringat akan suasana kota Jakarta di tanah air. Ah, sayang. Baik itu Kairo maupun Jakarta, segarnya udara pagi di pondok tempat saya bermukim dulu masih belum ada duanya.

Pagi ini saya berkeliling. Dalam perjalanan singkat itu, saya melihat bagunan tua nan kokoh, namanya ‘Bab Zuweyla’ atau masyhur disebut Pintu Selatan Kota Kairo.

Didalam area Bab Zuweyla di pagi hari

Sedikit mengulas, Bab artinya gerbang atau pintu. Bab Zuweyla merupakan salah satu pintu atau gerbang yang mengelilingi pagar ibu kota, tepatnya pintu selatan kota Kairo.

Bab Zuweyla terletak dekat dengan masjid Al-Azhar, Masjid Saidina Husein dan juga satu jalur mengarah ke pasar Attabah atau yang sering dikenal sebagai pusat perbelanjaan grosir di Kairo.

Kalau kamu ke Mesir dan menelusuri kota kairo, kamu akan tahu bahwa wilayah Kairo lama ini dikelilingi semacam benteng dengan pintu gerbang dari berbagai sisi. Setiap gerbang memiliki nama tersendiri. Bab Zuweyla ini adalah gerbang yang terletak di bagian selatan kota Kairo Lama, di bagian utara gerbangnya bernama Bab El-Futuh sedangkan gerbang di bagian timur kota dinamakan Bab El-Nasr.

Bab Zuweyla

Bab Zuweyla dibangun pada masa Dinasti Ottoman oleh Badr Al-Ghamali pada tahun 1092 Masehi. Terhitung 5 tahun lebih muda dengan Bab El-futuh dan Bab El-Nasr.

Bab zuweyla ini memiliki ciri khas seni dalam bangunannya yaitu 2 menara kembar yang mengapit pintu melengkung. Menara ini dulunya berfungsi untuk mengintai musuh. Di sepanjang dinding gerbang ini berfungsi untuk memajang kepala penjahat yang dihukum pancung. Waw seram juga yah…

Ilustrasi Bab Zuweyla Tempo dulu
Sumber Photo wikigallery.org

Keindahan bangunan Bab Zuweyla tak hanya bisa dinikmati dari bawah saja, kita juga bisa mencoba memasuki kawasan gerbang. Memanjakan mata dengan naik ke atas menara dan melihat keindahan kota Kairo. Tentunya dikenakan biaya masuk sebesar 20 pound Mesir, sekitar Rp. 18.000/orang. Akan tetapi bagi kamu yang memiliki tashreh (semacam tiket terusan khusus untuk destinasi sejarah), kamu bisa masuk cuma-cuma tanpa pungutan biaya. Buat kamu yang berniat travelling ke Kairo, jangan lewatkan berbagai bangunan tua seperti pintu selatan benteng kota, Bab Zuweyla ya!.


Darma Ami Fauzi
Mahasiswa Al-Azhar Mesir


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *