Bangunan kuno nan kokoh dan megah mengelilingi kota kairo lama selalu saja mengundang jiwa untuk ditelusuri. Bila minggu lalu kita telah sedikit membahas bagaimana indah dan kokohnya pintu selatan kairo lama, maka kali ini kita akan sedikit mengulas sejarah pintu utara kota kairo lama.

Suasana kairo lama selalu saja menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian bagi para turis yang berkunjung ke negeri piramida, karena dikairo lama ini menyimpan sejuta sejarah yang tidak pernah membuat bosan bagi mereka yang berkunjung. Bagaimana tidak? Ketika bangunan lama yang dibangun ratusan hingga ribuan tahun masih tetap berdiri kokoh nan indah, mulai dari masjid jami al-azhar yang dibangun pada masa dinasti fatimiyah, masjid husein yang didalamnya terdapat makam saidina husein cucu baginda nabi muhammad saw, benteng sholahudin al-ayubi, 3 gerbang/pintu kota kairo lama dan masih banyak lagi bangunan-bangunan bersejarah yang telah dibangun lamanya.

Bab El-Futuh atau yang masyhur yaitu pintu utara kota kairo yang dibangun pada tahun 1087 oleh Komandan Badr Al-Jamali dari fatimid imam/khalifah mustansir. Menara bundarnya adalah pertahanan yang lebih kuat daripada menara persegi Bab al-Nasr (gerbang Kota Tua lainnya, tepat di sebelah timur). Mereka memiliki poros untuk menuangkan air mendidih atau membakar minyak pada penyerang, dan celah panah. Gerbang ditutupi motif vegetal dan geometris.

Kamu yang ada kesempatan untuk jalan-jalan ke negeri piramida jangan lupa menelusuri Bab El-futuh ini ya!. Kamu bisa berjalan santai melalui samping masjid saidina husein, suasananya sangat ramai dan padat kalau kamu mencoba menelusurinya pada siang hari waktu dimana orang-orang mesir sudah mulai melakukan aktifitas hariannya, berbeda bila kamu menelusurinya dipagi hari atau usai sholat subuh, kamu bisa sambil berlari santai menikmati udara pagi dan bisa juga untuk mampir ke kedai mesir yang menjual sarapan pagi, seperti to’miyah, isy dsb tapi kamu jangan coba-coba tanya ada bubur ayam atau nasi uduk ya! Hehehe.

Bagi para pengunjung sepertinya destinasi 3 pintu/gerbang kota kairo lama ini sudah tidak asing lagi dan dijadikan destinasi penting yang sudah dijadwalkan oleh pihak travel, namun itu semua tergantung pihak travelnya juga karena kalau turis mereka harus mengikuti jadwal dan juga kejar waktu, boleh jadi yang seharus bisa menelusuri sejarah 3 pintu kota kairo mendadak tidak bisa dikunjungi karena ada kendala ataupun yang lainnya. Bagi mahasiswa indonesia khususnya tak perlu terburu-baru karena sifatnya lebih santai dan tak terikat oleh waktu, jadi bagi mahasiswa mereka bisa berkunjung kapan saja dengan syarat dan ketentuan berlaku masih bermukim dimesir, hehehe. Banyaknya pengunjung demi mengulas sejarah yang ada didalamnya moment ini akhirnya dimanfaatkan oleh penduduk sekitar dengan berjualan semacam pernak-pernik mesir dan oleh-oleh mesir lainnya, buat kamu nanti jangan sampai dipermainkan oleh pedagang yang nakal dengan dipermainkannya kamu dengan harga yang tidak wajar. Tipsnya kamu harus cari teman mahasiswa untuk menjadi teman kelilingmu atau kamu harus bersikap percaya diri seakan-akan tahu banyak soal harga-harga dimesir.

Kairo, 11 juli 2019


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *