Hi Santri Scholars!

Bagaimana kabarnya? Masih tetap semangat kan berjuang wujudkan cita-cita belajar di luar negeri? Semoga tetap dan selalu semangat ya. Supaya makin semangat dan termotivasi untuk belajar di luar negeri, Santri Mengglobal mau ‘nyuguhin’ hasil wawancara terbaru tim Santri Mengglobal dengan salah seorang santri penerima beasiswa LPDP di Australia, Namanya mas Akhyat Hilmi.

Mas Hilmi ini adalah salah satu alumnus pesantren di Jombang dan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau pernah mendapatkan beasiswa kursus English for Academic purposes dan IELTS dari Kementerian Agama RI di Indonesian-Australia language foundation (IALF) Denpasar, Bali pada tahun 2015-2016. Hebatnya, beliau juga pernah galau karena beasiswa. Bukan karena tidak diterima beasiswa. Namun galau karena harus memilih beasiswa. Beliau pernah diterima oleh 3 provider beasiswa bergengsi di Indonesia juga di dunia, Fulbright, MoRA Scholarhip, dan LPDP, sampai akhirnya beliau memutuskan untuk kuliah di Australia dengan beasiswa LPDP. Berikut liputanya!

Hi Mas Hilmi, Boleh jelasin secara singkat tentang kampus dan alasan mengapa pilih beasiswa/kampus Australia tersebut? Apa daya tariknya?

Saat ini, saya menempuh master of Education mengambil spesialisasi Research in education di The University of Adelaide (UofA), Australia selatan. Alasan saya untuk belajar disini adalah karena UofA salah satu kampus yang masuk anggota Group of Eight (Go8) dan salah satu kampus yang diperhitungkan di Australia. Selain itu, saya menemukan fakta akademis dan geografis disini bahwa secara akademis jurusan yang saya ambil saat ini sangat relevan dan menampung semua yang saya inginkan; kombinasi Pendidikan praktis dan riset.

Secara georgrafis, di Adelaide ini relative sepi, nyaman untuk belajar, dan yang paling penting adalah perbedaan cuaca dan temperature dengan Indonesia yang tidak terlalu ekstrim.

Beasiswa yang didapat jenis apa? Fasilitasnya gimana?

Mungkin kita juga sering mendengar atau membaca ‘saya tidak mungkin kuliah diluar negeri jika tidak dapat beasiswa’, saya disini pun demikian.

Studi saya disini disponsori oleh LPDP, ituloh salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia. Beasiswa ini tidak hanya mencover biaya kuliah, tapi juga biaya – biaya lain seperti; biaya buku, seminar internasional, lomba tingkat internasional, biaya penelitian, transportasi, dan yang terpenting adalah biaya hidup dan settlement. Jadi saya disini tinggal belajar tanpa harus memikirkan biaya kuliah maupun keperluan sehari – hari. Alhamdulillah, enak kan? Buruan daftar!

Susah senang selama perjuangan nyari beasiswanya, gimana tuh mas?

Kayanya, orang yang kuliah di luar negeri dengan beasiswa terlihat bahagia ya, dengan beasiswa LPDP pula? Ya, sangat bahagia dan bersyukur saya bisa seperti ini sekarang. Namun, apa yang saya jalani sekarang tentunya tidak terlepas dari proses panjang terdahulu. Mulai dari ikut seminar, workshop, dan talkshow sana-sini, mengumpulkan berkas, menjalani proses pendaftaran, dan sampai akhirnya saya berada di posisi sekarang ini. Tentunya sangat panjang jika diceritakan dengan detail satu-persatu. Yang pasti jangan malas aja buat terus cari informasi dan aksi (menyiapkan persyaratan dan lainya).

Kira-kira apa pesan buat santri Indonesia yang masih berjuang cari beasiswa?

Intinya adalah yakin dan berusaha yang terbaik (sangat sering juga kan dapat motivasi seperti ini). Jangan khawatir, saya bagikan dua tips ampuh dari saya. Pertama, saya selalu membuat list-to-do yang isinya tidak hanya daftar target yang ingin dilakukan, tapi juga hal-hal penting seperti daftar isi dokumen beasiswa dan point-point yang ingin disampaikan saat interview. Kedua, ‘menebar jala’, disini saya selalu menebar jala saat saya mengingikan sesuatu. Pun saat daftar beasiswa, saya tebar jala sebanyak yang saya mampu. Agak repot memang, tapi jika dilakoni dengan telaten InsyaAllah hasilnya akan maksimal.

Finally, untuk semua para santri Indonesia, saya ingat nasehat guru saya “Tidur tidak akan pernah membuatmu kenyang dan puas, maka bangun dan bergeraklah segera.” Tidur disini tidak hanya memejamkan mata, tapi menjadi orang yang tidak produktif, pasif, dan tidak kontributif juga termasuk tidur. Apalagi yang sedang nyantri dipondok, paling enak tidur kan? Bangun dan bergerak yok!


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *