Kendatinya manusia adalah makhluk yang lemah, mudah rapuh dan goyah, namun dengan kondisi seperti itulah manusia tidak bisa melepaskan diri dari pengharapan dan doa. Di saat manusia hilang harapan dan enggan berdoa maka ia akan terombang ambing dan berjalan tanpa tujuan, dalam firman allah telah ditegaskan “ dan manusia diciptakan (bersifat) lemah”. Ini adalah bukti siapapun itu baik para nabi, para sahabat, para tabiin, para ulama atau bahkan dari kalang manusia biasapun doa adalah senjata ampuh bagi manusia.


Berdoa adalah melepaskan diri dari segala kekuatan yang ada pada jiwa lalu mengadahkan tangan ke langit dengan jiwa yang kosong dan lemah lalu sadar hanya Allah yang maha kuasa atas segala kekhendak-Nya. Namun apakah setiap doa yang kita keluhkan akan langsung terkabul? Nabi zakaria as dan sang istri pernah konsisten dalam bermunajat agar diberi keturunan namun secara nalar ia menganggap tidak mungkin bisa mempunyai keturunan akan tetapi allah berkekhendak lain, alhasil lahirlah siti maryam, nabi ibrahim as yang terus berdoa agar diberi keturunan dan dengan penantian yang sangat lama Allah berikan kabar gembira dengan lahirnya nabi ismail as yang sangat sabar. Kita yang hanya manusia biasa bukan setingkat nabi apakah masih bisa bersabar bila doa yang sering kita munajatkan namun ternyata tak kunjumg terkabul ? maka imam ibnu Athailah dalam kitab hikamnya memberikan pencerahan agar manusia tetap berhusnudzon kepada allah atas doa-doa yang telah dipanjatkan ;

لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء – موجبا ليأسك ، فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لا فيما تختار لنفسك وفي الوقت الذي يريد ، لا في الوقت الذي تريد . أحمد بن عطاء الله السكندري

Artinya: Terlambat datangnya jawaban dari sebuah doa, janganlah membuat dirimu putus asa. Karena allah telah menjamin untuk mengabulkan do’amu sesuai dengan apa yang allah pilihkan untukmu, bukan menurut keinginanmu sendiri. Dalam waktu yang Allah kekhendaki, bukan pada waktu yang kamu inginkan.

Syeikh Abdul Majid As-syarnubi menjelaskan, ketika pengharapan manusia pada tuhanya lalu harapan itu tak kunjung dikabulkan sedangkan ia telah terus-menerus berdoa, maka janganlah membuat ia menjadi putus asa atas itu semua karena allah telah menjamin jawaban atas do’amu, allah SWT menegaskan dalam firman-Nya “ Berdo’alah kepadak-Ku maka akan aku kabulkan” dan Allah akan mengabulkan do’amu sesuai dengan apa yang allah pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan kamu sendiri, karena allah sesungguhnya lebih mengetahui apa yang lebih pantas untuk dirimu. Boleh jadi kamu meminta sesuatu yang menurut kamu baik namun ternyata menurut allah itu buruk bagi kamu, maka buruknya dalam pandangan allah itulah sebaik-baiknya pemberian, sebagaimana imam ibnu Atha’ilah menegaskan kembali dengan firman Allah :

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Dan juga dalam jawaban sebuah Do’a , di waktu yang allah yang inginkan, bukan di waktu yang kamu inginkan, maka bersabarlah, karena sesungguhnya sabar dengan tidak adanya tergesa-gesa lebih baik bagi seorang hamba. Apakah kamu tidak melihat nabi musa as ketika berdo’a untuk fir’aun dan pengikutnya lalu jawaban do’a itu datang setelah 40 tahun lamanya, sebagaimana yang telah dikisahkan dalam firman-Nya. Begitu juga seperti yang tadi telah di tuliskan diawal, kesabaran nabi Ibrahim as dalam penantian jawaban doa agar diberi keturunan, lalu pengharapan yang sangat panjang nabi zakaria as ketika ia tahu bahwa dirinya telah lansia dan sang istri tak bias melahirkan alias mandul, namun allah tahu, kapan doa itu akan dikabulkan bagi hamba-Nya yang senantiasa bersabar dalam penantian sebuah do’a.

Begitulah penjelasan imam ibnu atha’ilah as-sakandari dalam hikamnya, dan nasehat seperti inilah yang sangat sekali dibutuhkan oleh setiap manusia, tetaplah berdoa dan janganlah berputus asa meski do’a tak kunjung dikabulkan, kamu yang terus berdoa agar dimudahkan dalam belajar, ingin segera dapat momongan, ingin punya rumah, ingin dapat kerja atau harapan lainnya tetaplah berdo’a, karena rasulullah saw bersabda : sesungguhnya allah SWT menyukai orang-orang yang meminta dengan tegas dalam berdo’a”.

Darma Ami Fauzi
Mahasiswa Al-Azhar Kairo Mesir


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *