Lagi-lagi kita membahas Negeri Mesir yang tiada habisnya untuk ditelaah dan digali kisahnya, Negeri yang sering disebut Ardhul Anbiya’ atau Negeri Para Nabi ini memiliki Sejuta kisah perdaban yang amat luar biasa, salah satunya adalah Kota Al-Fayyum, kota ini terletak dibagian tengan Mesir, kota yang dibangun oleh nabi yusuf As ini memiliki sejarah yang unik dan luar biasa. Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa kota Al-fayyum ini berasal dari Bahasa arab, yakni Alfu Yawmin yang berarti 1000 hari. Ada berapa versi asal muasal nama kota Al-Fayyum ini, salah satunya sesuai yang dipaparkan oleh Imam al-humairy dalam bukunya ar-raudh al-mu’thar fi khabar al-aqthar, disebut al-fayyum karena perharinya pajak dikota ini mencapai 1000 dinar, ini artinya, pajak satu hari di Al-Fayyum sama dengan seribu hari di kota-kota Mesir lainnya. Hanya saja, riwayat ini tidak terlalu masyhur dikalangan para ahli sejarah lainnya. Dan pendapat yang paling masyhur kenapa kota ini dinamakan Al-Fayyum, karena kota yang seharusnya di bangun minimal membutuhkan waktu 1000 hari, ternyata dapat diselesaikan hanya 70 hari oleh nabi yusuf As yang ketika itu menjadi Menteri mesir setelah dibebaskan dari penjara, nabi yusuf as diperintahkan oleh raja Mesir saat itu untuk menangani musim panceklik yang akan menimpa negeri Mesir, maka dari dari itu dibangunlah kota Al-Fayyum ini.

Kota Fayyum adalah kota yang paling subur diantara kota-kota lain yang ada di Mesir, dan juga termasuk kota yang paling banyak airnya di Mesir, orang-orang Mesir menyebut kota Al-Fayyum sebagai Makhzan al-maa’ (Gudangnya Air), dan saking banyaknya air, kita dapat menjumpai beberapa kolam ikan, yang mana hal ini jarang atau bahkan sama sekali tidak dapat ditemukan di Kairo dan Provinsi lain yang ada di Mesir. Ciri khas kota Al-fayyum salah satunya adalah kincir air, ide kincir air ini berasal dari nabi yusuf as, ketika ia menata dan membangun kota Al-Fayyum. Di Al-Fayyum sendiri ada lebih dari 200 kincir air. Dan ada yang unik dari salah satu kincir air di kota Al-Fayyum, yaitu kincir air yang terdapat didalam kota, kincir tersebut memiliki bunyi seperti suara orang memohon bantuan dan orang yang sedang kesulitan, oleh penduduk Al-Fayyum sendiri dinisbahkan kepada suara Qarun. Bahwa, suara itu adalah suaranya Qarun yang setiap saat menyesali perbuatannya. Benar atau tidak ? wallahu ‘alam.

Menelusuri kota Al-Fayyum, kita tidak hanya bisa menelaah sejarah kota ini dibangun, namun kita bisa juga menguak kisah Qarun yang mana kisahnya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, Qarun adalah seseorang yang sangat kayak raya, akan tetapi kekayaannyalah yang membuat ia ditenggelamkan kedasar bumi Bersama harta-hartanya yang sangat melimpah. Nama Qarun telah kita singgung diparagraf sebelumnya. Dikisahkan dalam Surat Al-Qasash ayat 76, bahwa Qarun yang merupakan salah satu kaum nabi musa as, dia dianugrahi harta yang sangat berlimpah oleh Allah Swt. Namun sayangnya harta yang ia miliki malah membuat dirinya menjadi lupa diri dan sombong, sehingga allah memperingatkan kepada Qarun.


Allah berfirman pada ayat selanjutnya dalam surat al-qasash ayat 76, “Carilah pada apa yang dianugrahkan padamu dari kebahagiaan akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiannmu karena kenikmatan dunia.”
Namun saying, Qarun dengan sombongnya menjawab peringatan tersebut, “ Sesungguhnya aku diberi harta karena ilmu yang aku miliki.” Sungguh kesombongan yang dimiliki qarun hanya mendatangkan malapetaka bagi dirinya sendiri, ia yang berjalan dimuka bumi enggan untuk merendahkan dirinya dan enggan untuk bersyukur, hingga pernah ia melakukan pawai sambal memamerkan harta-hartanya. Melihat kesombongan Qarun, allah menenggelamkan Qarun dan semua hartanya guna menjadi pelajaran untuk kita semua, bahwa hanya amal sholehlah yang dapat menyelamatkan kita dari adzab allah yang sangat pedih.

Kisah Qarun memberikan kita pelajaran yang amat nyata, bahwa harta yang kita miliki saat ini hanyalah titipan dari allah semata dan itu semua akan dimintai pertanggung jawabannya, kita yang yang senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki akan selamat dari siksaan dan adzab Allah Swt, namun sebaliknya, rasa kufur dan sombong atas nikmat yang kita miliki akan menjadi adzab yangbamat berat. Maka dari itu sudah cukup kisah Qarun menjadi sebenar-benarnya pelajaran. Di kota Al-Fayyum masih ada Bongkahan kecil Bangunan milik Qarun yang disebut Qarun Tample. Bangunan ini menjadi salah satu bukti keberadaan Qarun dimasa lalu, dan juga untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.

Darma Ami Fauzi
Mahasiswa Al-Azhar Kairo, Mesir
*Dari berbagai sumber


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *