Tumbuhnya seorang anak hingga beranjak dewasa dan menjadi seseorang yang sukses dimata manusia tak terlepas dari do’a orangtua. orangtua yang senantiasa mendoakan anak-anaknya adalah kunci dari segala pintu, entah itu pintu kebaikan maupun keburukan dan barang tentu do’a dari merekalah yang mengantarkan seorang anak kepada kebaikan. terkadang sosok orang tua memiliki hati yang amat luar biasa, sekecewanya mereka terhadap anaknya yang kurang ajar terhadapnya, orang tua tetap saja mendoakan yang baik-baik terhadap anaknya sendiri. itu untuk anak yang terbilang kurang ajar, lalu bagaimana dengan anak yang senantiasa berbakti kepada orangtuanya ! maka sudah jelas, do’a yang baik-baik untuk anaknya senantiasa mengalir demi kesuksesan dunia akhirat. Hal ini sudah tidak diragukan lagi, banyak kisah yang terjadi dikalangan para ulama dan orang-orang sholeh terdahulu.

bukti kongkrit bahwa do’a orangtua dan berbakti kepada mereka berdua berperan aktif dalam kesuksesan dan kesalamatan dunia akhirat, seperti halnya kisah sang imam muhadits yaitu Imam Bukhori dengan keajaiban dari doa seorang ibu dan juga kisah pemuda yang terselamatkan dari terjebaknya didalam Gua.

Pertama, kisah dari Imam Bukhori, Diceriatakn, bahwa imam bukhori ra dimasa kecilnya beliau tak bisa melihat, sehingga ibundanya merasa sedih atas kondisi buah hatinya yang tidak bisa melihat, kemudian sang ibundaoun tak pernah jenuh berdo’a untuk kesembuhan anaknya.

Disuatu malam sang ibunda bertemu Nabi Ibrahim As dalam Tidurnya, dan Nabi Ibrahim berkata kepadanya : “Sesungguhnya Allah SWT telah mengembalikan pengelihatan anakmu diebabkan atas do’a-do’amu selama ini.

Pada keesokan harinya, sang ibundapun merasa kaget melihat imam bukhori putranya sudah bisa melihat kembali.

Kedua, Kisah 3 Pemuda yang terjebak didalam Gua, dikisahkan, pada suatu hari ada 3 pemuda yang sedang melakukan perjalanan, ketika ditengah-tengah perjalanan, hujan besar turun sehingga membuat mereka terpaksa untuk beerteduh didalam Gua dibawah gunung, ketika mereka sedang berteduh batu besar jatuh hingga menutup pintu gua. Dan berkata salah satu dari mereka : “kita tidak akan bisa keluar kecuali bertawasul dengan amal sholeh, maka lihatlah amal sholeh kalian yang diniatkan semata-mata karena Allah SWT ! semoga dengan wasilah amal itu dapat menolong kita”.

Kemudian salah satu lainnya dari mereka berkata : sesungguhnya aku adalah seorang pengembala, aku memiliki kedua orangtua yang sudah tua, seorang istri dan seorang anak yang masih kecil. Aku selalu memberikan mereka semua susum dan yang selalu pertama  ku berikan adalah ayah dan ibuku kemudian baru istri dan anakku.

Pada suatu hari, aku terlambat untuk memberikan susu, hingga aku sampai ruamh pada malam yang begitu sudah begitu gelap gulita, ketika aku ingin memberikan susu, ayah dan ibuku sudah tertidur, dan aku letakan susu itu dikamar mereka karena aku tak berani untuk membangunkannya. Pada waktu yang sama, anakku terbangun dan menangis karena lapar, namun aku tak berani memberinya susu sebeum ayah dan ibuku meminum susunya terlebih dahulu. Dam akupun menuggu hingga waktu fajar datang sampai mereka meminum susu yang aku letakan dikamarnya baru aku memberikan susu kepada anakku. Andai kalian tau bahwa aku melakukan itu semata-mata mencari  keridhoan dan rahmat Allah atas baktiku kepada orangtuaku.

Dan setelah bertawasul dengan amal sholeh, yaitu dengan berbaktinya dan taatnya kepada orangtua, bergeraklah batu yang menutup pintu gua tersebut dan terbukalah jalan sehingga lamgitpun mulai terlihat. Kemudia mereka keluar dengan rasa bersyukur kepada Allah SWT.

Dua kisah diatas adalah bukti akan luar biasanya dampak dari do’a orang tua dan begitupun dampak dari berbakti kepadanya.  Beberapa hari yang lalu kita ramai-ramai memposting tentang hari ayah, maka pada hakikatnya hari ayah tak terjadwal oleh waktu dan baktinya kita kepada mereka sepanjang masa. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk terus berbakti kepada orangtua, maka jangan sia-siakan  hal tersebut dan kita yang terlebih dahulu ditinggalkan kedua orangtua kita, tetap doakan agar segala amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT.

Sumber : Dikutip dari kitab “100 kisah tentang berbakti kepada orangtua”, karya Syeikh Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *