Sudah barang tentu dimana setiap orang melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah, pasti akan menemukan kebiasaan atau adat istiadat yang baru atau adat yang berbeda dengan kampung halaman, begitupun yang saya alami selama 5 tahun di Mesir, banyak sekali adat istiadat yang menurut saya perbedaannya sangat kontras sekali dengan adat kebiasaan di Indonesia. Maka ini beberapa perbedaan Adat atau Kebiasaan orang Mesir dan Orang Indonesia :

Pertama, Cara Menjamu Tamu

Sekitar 3 minggu yang lalu, saya dan teman – teman berkunjung ke rumah guru senior kami yaitu Syeikh Abdul Fattah di kota Assyuth, Mesir Kota dimana Imam Suyuthi dilahirkan, untuk sampai ke kota Assyuth menempuh perjalanan 5-6 jam dari Kairo. Setiba saya disana bersama teman-teman, kami dijemput oleh guru kami dan langsung dibawa ke rumah beliau yang tidak jauh dari tempat pemberhentian bus. sesampainya kami di rumah syeikh abdul Fattah, kami langsung dijamu dengan hidangan yang amat luar biasa banyak yang mana kami pun tak yakin apakah sanggup untuk menghabiskannya, kami dihidangakan dengan beragam macam makanan mulai dari buru dara goreng, daging sapi, salad, nasi, isy (roti gandum), sayur dll.

Dalam bertamu ke rumah orang Mesir, Shohibul Bait (Pemilik Rumah) akan mengeluarkan semua makanan yang ada didalam rumahnya, ia akan melakukan masak besar dan ini bukti untuk menghormati tamu, kemudian untuk sang tamu ia diharuskan untuk mengjabiskan semua makanan yang telah disediakan pemilik rumah, andai sang tamu memakan sedikit atas hidangan yang telah disediakan maka tua rumah akan sangat kecewa, karena ia berfikir bahwa hidangannya tidak enak sehingga sang tamupun enggan untuk mengahabiskan makanan yang telah dihidangkan.

Sungguh ini sangat berbeda sekalli dengan di Indonesia, kebiasaan kita selaku orang Indonesia yang mana disaat bertamu, kita merasa malu untuk makan banyak walaupun sang tuan rumah telah menghidangkan beragam macam makanan, bukan karena takut tidak habis, melaikan mindset orang Indonesia yang berfikir kalau kita makan banyak di rumah orang, kita takut tuan rumah berfikir bahwa kita rakus dan seakan-akan belum pernah makan enak.



Kedua, Cara Bercanda

Cara Bercanda orang Mesir yang berbeda sekali dengan orang indonesia terlihat sangat kontras sekali. Seperti halnya memegang kepala sambil dipukul (dikeplak kalau kata bahasa betawi mah) hehe. bagi orang mesir ini memegang kepala sambil bercanda itu adalah hal biasa diantara mereka, namun bagi orang Indonesia ini adalah perbuatan tidak sopan. Ataupun memegang bokong, bagi orang mesir bercanda sambil memegang bokong orang lain (laki-laki) itu adalah sebuah aib dan perbuatan tidak sopan, orang Mesir laki-laki akan marah sekali bila bokongnya dipegang meskipun itu dalam kondisi bercanda, hal ini berbeda dengan orang Indonesia.


Ketiga, Aktifitas di pagi hari

Di Indonesia Aktifitas dipagi hari khususnya waktu subuh, orang-orang sudah ramai beraktifitas entah itu ke pasar, buka warung, olahraga dsb. Kita mungkin tidak asing melihatnya seorang ibu-ibu atau bapak-bapak yang pagi-pagi sudah keliling jualan makanan dll. Namun hal seperti ini berbeda dengan kebiasaan orang mesir, apalagi pada saat di musim dingin, bisa dibilang tidak ada aktifitas pagi kecuali yang berangkat kerja saja. Setelah sholat shubuh orang Mesir pulang ke rumahnya masing-masing dan suasana menjadi hening kembali. Begitupun Tidak ada pedagang-pedagang makanan seperti penjual sarapan kecuali hanya sebagian kecil saja dan warung-warung kecil yang buka 24 jam. Tentu hal ini sangat berbeda dengan kebiasaan orang indonesia, namun juga ini menjadi hal yang unik.

Keempat, Mandi

Ini bukan tentang bagaimana cara orang-orang Mesir mandi tapi tentang berapa kali orang-orang Mesir dan orang-orang yang tinggal di Mesir mandi dalam sehari, baik orang Indonesia, Malaysia dan yang lainnya. Pada musim panas bisa dibilang orang-orang akan lebih sering mandi bahkan lebih sering dari biasanya, berbeda dengan musim dingin, orang-orang akan bisa dibilang akan jarang mandi, kecuali dalam keadaan terdesak yang mewajibkan harus mandi hehehe. Berbeda dengan orang indonesia, mungkin ini faktor cuaca dan kondisi yang berbeda.

Inilah sebagian kebiasaan dan adat orang-orang Mesir yang berbeda dengan orang-orang Indonesia, walaupun orang Indonesia yang ke Mesir bahkan tinggal akan ikut serta menyesuaikan kebiasaan orang-orang Mesir.

Bandung, 24 Desember 2019



0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *