Menuntut ilmu adalah hal yang wajib bagi setiap manusia, bahkan Allah SWT pun membedakan derajat antara orang yang berilmu dan yang tidak, begitupun juga dengan  Rasulullah Saw, menegaskan betapa pentingnya ilmu sehingga memiliki keutamaan yang amat luar biasa. Dalam kitab tanqihul qaul Syarh  dari kitab Lubabul Hadits  karya Al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman Ibn Abi Bakar Asy-syuthi (839 H – 911 H) dikutip didalamnya tentang keutamaannya Tholabul ilmi dan menghormati ulama.

Baginda nabi Muhammad SAW Bersabda kepada ibnu mas’ud ra

قال النبي  صلى الله عليه وسلم لابن مسعود : يا ابن مسعود , جلوسك ساعة  في مجلس العلم لا تمس قلما ولا تكتب حرفا خير لك من ألف رقبة , ونظرك  إلى وجه العالم خير لك من ألف فرس تصدقت بها في سبيل  الله , وسلامك على العالم خير لك من عبادة ألف سنة

Telah bersabda kepada Ibnu Mas’ud : wahai ibnu mas’ud, duduk kamu satu jam di majlis ilmu, kamu tidak menyentuh pena dan tidak menulis satu hurufpun itu lebih baik  bagimu dari pada memerdekakan 1000 hamba sahaya, memandang kepada wajah orang ‘Alim itu lebih baik bagimu dari pada seribu ekor kuda yang engkau sedekahkan dijalan Allah, dan ucapan salam kamu kepada orang ‘Alim itu lebih baik bagimu dari pada ibadah seribu tahun.

Dalam hadits ini memberikan penjelasan yang amat luar biasa, bahwa menuntut ilmu pahalanya begitu besar disisi Allah SWT, tidak hanya pahala, akan tetapi kemulian bagi sang penuntut ilmupun Allah angkat derajatnya didunia maupun di akhirat. Dari saidina umar bin khotab pernah mendengar rasulullah saw  berkata : barangsiapa yang berjalan menuju majlis ilmu, maka setiap langkahnya dicatat 100 kebaikan dan apabila ia telah sampai lalu duduk dan mendengarkan apa yang disampaikan sang ‘Alim maka setiap kalimatnya yang ia dengar menjadi nilai kebaikan.

Sungguh manusia lemah seperti kita ini butuh akan dorongan motivasi agar hati dan raga senantiasa tergerak untuk selalu belajar, hadir ke majlis ta’lim dan dibimbing oleh para ulama. Manusia yang tergabung dari jasad dan ruh. Dan jasad yang membutuhkan asupan-asupan gizi yang baik, 4 sehat 5 sempurna yang mana bertujuan demi menjaga kesehatan dan kestabilan tubuh, maka ruh pun sama membutuhkan asupan-asupan spiritual dan landasan dari spiritual adalah ilmu.

Bila tadi sudah dijelaskan, setiap langkah kaki yang diniatkan untuk menuntut ilmu ada 100 kebaikan, maka rasulullah Saw bersabda kembali : “barangsiapa yang pergi untuk belajar ilmu (ilmu syariah) maka sebelum melangkahnya pun telah allah ampuni dosanya.

Duduknya seorang murid yang hanya memandang sang guru, dengan rasa cinta dan memuliakannya adalah sebuah kebaikan juga yang didapat oleh sang murid, meskipun ia hanya duduk manis menatap sang guru dan tidak menulis. Tidak menulispun sudah termasuk dalam catatan kebaikan apalagi kalau ia mencatat apa yang sang guru sampaikan! Maka kebaikannya akan lebih besar.

Kemudian, dikutip  lagi dalam kitan lubaabul hadits, sabda rasulullah saw :

وقال صلى الله عليه وسلم من نظر الى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله من تلك النظرة ملكا يستغفر له الى يوم القيامة

Barang siapa yang memandang wajah orang alim dengan satu pandangan lalu ia merasa senang dengannya, maka Allah menciptakan malaikat dari pandangan itu dan memohonkan ampun kepadanya sampai hari kiamat.

 Sumber referensi : Kitab lubaabul hadits karya Imam Jalaluddin  Asy-Syuthi  


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *