Oleh: Muhammad Afif Qubaish

Pada tanggal 21-27 Januari 2020, Santri Mengglobal kembali melaksanakan program International Islamic Comperative Study (IICS) untuk yang kedua kalinya, program ini diselenggarakan di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand. Terdiri dari 36 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latarbelakang dan disiplin keilmuan cukup variatif. Hal ini tidak mengurangi keceriaan dan jalinan harmonis di antara mereka, justru dengan keragaman ini mereka bisa saling mengenal, berbagi pengalaman, dan wawasan, sehingga program ini dapat berjalan dengan penuh warna. 

Adapun rangkaian kegiatannya, Pada hari pertama peserta mengunjungi Museum Kampus NUS (Natioanal University of Singapore), kampus primadona nomor 1 di ASIA dan terbaik no 11 di dunia. Tak heran jika kampus ini memiliki atmosfer ilmiah yang sangat kuat, hal ini juga tidak terlepas dari stimulasi negara Singapura itu sendiri yang memiliki peradaban dari berbagai bidang, baik dari bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan lain sebagainya.

Peserta mengunjungi museum untuk belajar sejarah Asia Tenggara dan sejarah negara Singapura. Harapannya peserta dapat meneguk pelajaran dari negara kecil yang berkembang dan maju itu. Salah satu pelajaran yang dapat dipetik adalah perjuangan dan pengorbanan pemimpin dan rakyatnya yang meniscayakan sebuah negara dapat dikatakan maju, sehingga kedua hal ini harus terus bersinergi untuk membangun peradaban suatu bangsa. Selain menelusuri catatan sejarah Asia Tenggara dan Singapura, peserta juga mengunjungi tempat-tempat yang menjadi Ikon Singapura, seperti Merlion Park, Garden by The Bay, Universal Studio, Masjid Sultan, China Town, Little India dan Bugis Street.

Hari berikutnya, peserta bertolak menuju tempat-tempat bersejarah di Malaysia, yakni Melaka city. mereka belajar langsung dari kota yang penuh dengan sejarah ini. Pada tahun 2008 Melaka dinyatakan oleh UNESCO(United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)  sebagai Kota Warisan Dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini telah menerima banyak penghargaan internasional, di antaranya terdaftar di beberapa publikasi, termasuk Forbes dan Lonely Planet, sebagai salah satu Destinasi Wisata Terbaik di Asia dan Dunia.

Aplikasi Waze mengenali Melaka dengan penghargaan kota terbaik untuk berkendara. Secara global, kota bersejarah ini berada di depan kota-kota besar metropolitan seperti Sydney, Lisbon, dan Barcelona. Kota yang terdapat masjid di atas laut ini juga telah diakui oleh Huff Post sebagai salah satu dari 15 Kota Seni Jalanan Terbaik. Di samping itu, peserta juga diberikan tugas oleh pembimbing untuk berkomunikasi langsung dengan native speaker melalui “Speaking with Foreigners”, hal ini bermaksud untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris.

Sebelum kegiatan riset market di Melaka Malaysia

Setelah dari Melaka, pada hari berikutnya peserta mengunjungi kampus IIUM (International Islamic University Malaysia) salah satu kampus idaman di Malaysia dalam bidang studi Islam, di kampus ini peserta berdiskusi dan sharing bersama civitas academica IIUM dan PPI IIUM dengan menggunakan bahasa Inggris dan Melayu.  Topik pembahasannya meliputi pengenalan kampus untuk jenjang S1, S2, dan S3, sistem pembelajaran, kultur kademik hingga peran dan kiprah alumni IIUM dalam kancah nasional dan international. Setelah dari IIUM peserta juga mengunjungi ikon nomor satu di Malaysia, yakni KLCC menara kembar, Putra Jaya, Dataran Merdeka, dan Chocolate Kingdom.

Sesi Sharing Session di kampus IIUM

Negara terkahir yang dikunjungi oleh peserta IICS 2020 adalah Thailand Selatan. Di kota Hatyai Thailand Selatan, peserta dapat memetik pelajaran tentang semangat toleransi antar umat beragama. Populasi Muslim di thailand hanya berjumlah 24.33%. kendati keberadaannya sebagai minoritas, Muslim Thailand tetap bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai di tengah kemajemukan agama yang ada.

Hal yang tidak kalah menarik dari Thailand adalah tempat-tempat festival, makanan, dengan masakannya yang khas. peserta juga mengunjungi pasar Floating Market. Di pasar ini, barang jualan disajikan di atas perahu apung, pengunjung juga dapat membeli dan mencicipi makanan tersebut. Tidak cukup sampai di situ, peserta juga berkunjung ke Pasar Asean dan tempat-tempat ikonik lainnya, seperti; Tan Kwan Hill, Cham Puak Camp, Buddha Sleeping, Samila Beach dan Kepala Naga juga tempat-tempat yang kita kunjungi.

Berpose di depan Buddha Sleeping

Selama enam hari ini, peserta IICS 2020 belajar dari peradaban, budaya, dan dinamika pendidikan luar negeri, semoga dapat menjadi wawasan dan relasi international yang terus berkelanjutan.

Saatnya Santri Mengglobal


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *