قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ قَتَلُوْٓا اَوْلَادَهُمْ سَفَهًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّحَرَّمُوْا مَا رَزَقَهُمُ اللّٰهُ افْتِرَاۤءً عَلَى اللّٰهِ ۗقَدْ ضَلُّوْا وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْن

Artinya: “Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk”. (Surat Al-An’am:140)

Ayat ini menjelaskan kerugian orang-orang musyrik yang melakukan tindakan kriminal dengan membunuh anak-anak mereka. Dimulai dengan diksi (قد خسر) yang memiliki arti “benar-benar merugi”, mengapa demikian? Karena kerugiannya bukan saja untuk si pelaku tapi juga untuk keluarga, masyarakat, lingkungan, dan keluarganya. Tidak hanya sampai di situ, akal sehat, jiwa, kehormatannya juga turut tandas tergerus oleh kerusakan moralnya itu.

Lantas apa penyebab kriminalitas ini terjadi? Jawabannya ada pada diksi selanjutnya, yakni pertama (سفها) yang memiliki makna antara lain, kebodohan, kepicikan atau kelemahan akal, sehingga pelakunya melakukan aktifitas tanpa dasar, baik karena tidak tahu atau tidak mau tahu, atau tahu tapi melakukan yang sebaliknya akibat keangkuhan. Demikian Quraish Shihab menjelaskan dalam tafsirnya.

Yang kedua adalah (بغير علم) artinya “tanpa ilmu pengetahuan”. Jadi, kebodohan dan sempitnya ilmu pengetahuan yang membawa seseorang kepada tindakan kriminal dan tingkah yang tidak terhormat.  Ayat ini menggambarkan prilaku orang-orang musyrik sebelum datangnya ajaran Islam, oleh karenanya disebut dengan masa jahiliah.

Dari sini kita patut mengambil pelajaran, bahwa edukasi merupakan aspek terpenting untuk menjaga bangsa ini dari dekadensi moral, semakin tinggi edukasi suatu bangsa semakin tinggi pula derajat dan martabat yang dapat diraih, rasa aman dan kemakmuran pun akan turun menyelimuti kehidupan kita.

Proses edukasi yang baik bukan hanya sekedar transfer ilmu, tapi juga pembentukan karakter yang dapat membawa seseorang kepada kehidupan yang baik dan lebih baik lagi, sehingga orang yang educated dapat dikatakan sebagai orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan terhindar dari kesesatan.

Terjadinya kriminalitas berupa, perampokan, pencurian, pemerkosaan dan lain sebagainya, disebabkan oleh nilai edukasi yang rendah dari keluraga dan juga lingkungan. Namun, di sisi lain bisa saja edukasi seseorang tinggi tapi tidak membentuk krakter kepribadianya, sehingga tidak jarang orang-orang yang pinter, pendidikannya tinggi melakukan penyimpangan-penyimpangan, seperti korupsi dan lain sebaginya.

Ini lah yang seharusnya menjadi perhatian bersama, bahwa nilai edukasi adalah hal yang harus diprioritaskan demi terwujudnya keadaban bangsa. mari kita mulai dari keluarga kita sendiri. semoga….


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *