Oleh: Muhammad Hanifuddin, S.S.I., S.Sos

Kemarin, Senin 17 Februari 2020, Ma’had Darus Sunnah Ciputat mendapat kunjungan dari international office MSU Malaysia dan Nuffic Neso Belanda. Kunjungan ini merupakan kerjasama antara Darus Sunnah dan Santri Mengglobal. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ust. Dr. Ahmad Ubaidy Hasbillah, MA selaku Kepala Madrasah Darus Sunnah (MDS). Juga dihadiri oleh dewan asatidz, dan dewan musyrif, dan santri MDS. Kegiatan visit school ini diisi dengan presentasi dan sharing pengalaman bagaimana santri bisa studi ke Malaysia dan Belanda. Di antaranya adalah dengan mengenal ragam kampus dan beasiswa.

Salah satu wujud visi misi MDS mengader ulama sejak usia dini adalah memfasilitasi santri untuk dapat studi lanjut ke luar negeri. Seorang ulama harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Ilmu agama yang telah dipelajari selama enam tahun di MDS harus terus diperdalam dan didakwahkan. Dengan studi ke luar negeri, keduanya dapat dilakukan. Selain mempelajari pengetahuan di kampus, santri harus menjadi duta-duta Islam. Yakni menebar rahmat bagi alam semesta.

Hal ini sebagaimana juga diamini oleh Dito Alif Pratama selaku direktur Santri Mengglobal. Dalam sambutannya, santri Indonesia yang sudah digembleng keilmuan dan budi pekerti di pesantren, harus ada yang tergerak untuk mendakwahkannya di dunia Barat. Nilai-nilai moderasi dan peradaban Islam harus ditunjukkan langsung. Selain untuk mengenalkan Islam, hal ini juga penting untuk mengikis islamophobia yang terjadi masyarakat Barat. Karena itu, studi lanjut ke Barat adalah salah satu cara yang strategis.

Muhammad Dhiyaul Haq, santri kelas VI MDS, mengaku bahwa dari visit school ini ia terpacu untuk terus giat belajar. Beberapa tahun ke depan, setelah selesai studi S1 di dalam negeri, santri asal Cirebon ini tertantang untuk dapat studi S2 ke luar negeri. Santri yang sedang menulis buku tentang pengelolaan sampah dalam bingkai sunnah itu menjadi ingat apa yang dulu ditulis oleh Kiai Ali Mustafa Yaqub (1952-2016), selaku pendiri MDS, bahwa Islam tidak hanya untuk orang Islam, tetapi juga untuk umat lain. Bahkan bagi alam semesta. Karena itu, nilai-nilai mulia dan luhur Islam harus ditebarkan, walaupun di ujung negara lain.

Semoga dimudahkan.


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *