Mendapatkan beasiswa tentunya menjadi dambaan banyak orang, termasuk santri Indonesia. Terlebih beasiswa yang didapat adalah beasiswa penuh (fully funded), yang denganya kita bisa belajar di lembaga pendidikan ternama di luar negeri, baik untuk jenjang formal S1, S2, S3 atau untuk sekedar program kuliah singkat (short course) dan program sejenis lainya. Orang tua mana yang tidak bahagia dan bangga tatkala melihat anak kesayanganya sukses mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri? Subhanallah. Semoga kita termasuk salah satunya.

Namun, untuk mendapatkan beasiswa tentunya tidaklah mudah. Tidak cukup hanya dengan modal ‘ingin’ semata. Juga tidak cukup hanya dengan modal pengandaian saja: wah mau dong dapet beasiswa!,enak ya dapet beasiswa kaya si anu, andai saya juga bisa dapet beasiswa kaya mereka! dan kalimat pengandaian lainya.

Untuk mendapatkan beasiswa, kita harus mempersiapkan mental sekuat baja, meyakinkan diri untuk kuat menghadapi segala bentuk kemungkinan yang akan terjadi, gagal, ditolak, dicaci, dihina, dan lainya. Juga tentunya adalah berjuang sekuat tenaga, lahir dan batin dan terus berdoa tanpa putus asa.

Melalui tulisan ini, saya hendak menyampaikan 3 hal yang menurut saya sangatlah penting untuk sama-sama kita renungi, khususnya untuk teman-teman yang saat ini tengah berjuang mendapatkan beasiswa:

  1. Perbaharui Niat, Perkuat Doa dan Maksimalkan Usaha

Pastikan niat untuk mendapatkan beasiswa adalah benar adanya. Niatnya bisa berupa niat untuk mendapatkan ilmu dan Pendidikan yang denganya kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan yang maha esa. Niat untuk mendapatkan ilmu agar kelak bisa menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupan. Niat untuk meringankan beban orang tua agar tidak terlalu berat memikul beban mencari nafkah, atau niat belajar yang dibarengi dengan semangat dakwah ilmu dan mengajarkan Islam kepada masyarakat yang lebih luas di tempat dimana kita belajar nantinya.

Jangan sampai niatan kita dapatkan beasiswa hanya semata-mata karena gengsi dan iri lihat teman atau orang lain yang sudah terlebih dahulu mendapatkan kesempatan beasiswa, atau niat yang bermuatan negative lainya. Sekali lagi, pastikan niat kita benar-benar tulus dan tidak salah. Istikharahkan pada yang maha kuasa!

Setelah niat sudah diperbaharui, langkah penting lainya adalah jangan lupa untuk terus langitkan doa dan maksimalkan usaha. Lagi-lagi saya ingatkan: Jangan hanya sekedar ingin dapatkan beasiswa!, itu keinginan yang baik, tapi menurut saya, hal itu sangatlah biasa dan masih sangat sederhana. Ingat! yang ingin dapatkan beasiwa itu banyak, ratusan hingga ribuan. Tetapi mereka yang mau berjuang dan berdoa hingga titik penghabisan, hanyalah segelintirnya saja, dan merekalah yang akan menjadi pemenang sejatinya!

2. Kenali Penyedia Beasiswa, Cari Informasi lengkapnya!

Ini juga menjadi langkah yang penting. Tak kenal maka tak sayang. Begitu kata banyak orang. Bagaimana mungkin kita bisa dapatkan beasiswa yang kita inginkan, jika mengenalinya saja tidak, apalagi sampai benar-benar tahu dan paham. Ini adalah hal yang saya rasa juga krusial, banyak orang ingin dapatkan beasiswa, tapi tidak tau beasiswa apa yang ingin di dapatkanya. Tidak sedikit yang curhat dan ngobrol dengan saya, mau dong dapet beasiswa kuliah, beasiswa apa saja, yang penting beasiswa! begitu, katanya.

Saya ingin kembali ingatkan, setiap provider beasiswa akan punya ketentuan persyaratan dan mekanisme penilaian dalam proses penerimaan/seleksi kandidat yang berbeda-beda. Kenali dulu provider beasiswanya, cari tahu persyaratan pendaftaran yang diminta, lengkapi dan pastikan semua dokumen yang kita siapkan sesuai dengan apa yang mereka minta. Ohya, terlebih dahulu, jangan lupa untuk pastikan dengan hati dan secara pasti bidang studi apa yang kita minati dan negara destinasi belajar mana yang akan kita tuju kedepanya. Jangan lupa ‘libatkan Tuhan’ saat akan menentukan pilihan dan minta doa orang tua, guru dan kerabat lainya.

3. Buat Target dan Rencana Daftar Beasiswa!

Setelah niat dan mengenal jenis penyedia/provider beasiswa, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah ‘MEMBUAT TARGET DAN RENCANA’ untuk daftar beasiswa. Ini akan menjadi salah satu penentu sukses atau tidaknya kita dapatkan beasiswa nantinya.

Kuncinya, jangan hanya sekedar membuat rencana tanpa ada aksi nyata. Buatlah target rencana saat hati dan pikiran tenang. Tanyakan kepada hati (damir) kita. Sesuaikan dengan kemampuan dan jadwal kesibukan yang kita punya. Sebisa mungkin, tanya pada diri dan hati kecil kita tentang hal ini, bukan pada orang lain! Ini karena yang akan membuat jadwal rencana kedepanya adalah kita, bukanlah orang lain. 

Mulailah dari membuat jadwal yang paling memungkinkan untuk kita kerjakan, lalu selesaikan rencana kerja kita semaksimal mungkin dengan penuh cinta dan tanggung jawab. Memang, semua prosesnya akan sangat melelahkan. Tapi ingatlah!, Semua lelah akan terbayar indah dengan kesempatan belajar negara impian! Man/Woman Purposes, God Disposes (Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan). Semoga Allah ridhoi semua langkah kita.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *