Ada permisalan bagus yang dipaparkan oleh Prof Nadirsyah Hosen, jika kerumunan pasar tiba-tiba ada yang berteriak “copeeettt” sambil menunjuk ke arah anda, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Kerumunan akan serentak menghakimi anda copetnya, atau yang lebih krusial lagi, benarkah dompet ibu disebelah anda itu hilang karena dicopet atau ibu tersebut ketinggalan dompetnya dirumah?

Nah skenario diatas juga terjadi didalam sosial media, meski sudah menggunakan smartphone namun terkadang penggunanya belum smart. Para pengguna sosial media sangat begitu reaktif tanpa sempat melakukan verifikasi. Dalam Bahasa agama yaitu Tabayun, kita mengecek terlebih dahulu setiap kejadian ada berita yang sampai kepada kita, hal ini akan dipaparkan di pembahasan selanjutnya. Namun yang harus lebih perhatikan oleh kita adalah, cerdasnya kita sebagai pengguna smartphone harus menjadi smartpeople dalam penggunaannya.

Banyak permasalah yang kian muncul bertebaran disosial media, seperti halnya kita terlalu cenderung mempercayai sesuatu yang memang kita ingin percayai. Kalau ada berita jelek atau berita baik tentang seorang tokoh, tanpa berfikir sua kali, kita langsung forward atau share berita tersebut, sesuai isi hati kita yang senang atau benci dengan tokoh tersebut. Jadi yang menentukan itu bukan benar atau tidaknya isi berita, melainkan apakah kita senang atau benci dengan tokoh yang dibicarakan itu. Ini Namanya bias.

Kiat cerdas dalam bersosial media ada etika yang memang harus diperhatikan oleh pengguna sosial media.

  1. Gunakan sosial media sebagai alat wasilah untuk bersilaturahmi, bukan mencari musuh.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.

Dulu sebelum ada alat komunikasi seperti sekarang, cara untuk berkomunikasi adalah melalui surat, namun dengan zaman yang telah maju dan kecanggihan teknologi, sejauh mana pun kita terpisah dengan teknologi sekarang akan tersambung komunikasi kita, maka dari itu sudah sepatutnya alat komunikasi saat ini menjadi media silaturahmi kita buka media untuk mencari musuh.

  1. Mengecek kebenaran informasi yang kita dapat
  2. Sampaikan kebenaran walau satu ayat
  3. Jangan membuat dan menyebar fitnah
  4. Berprinsip pada praduga tak bersalah (keadilan) dan berkatalah yang baik.

*dari berbagai sumber


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *