Serial Menjadi Muslim Indonesia di Belanda (3).

Sebagai seorang Muslim, diantara hal yang membuat culture-shock – gegar budaya setibanya saya di Belanda adalah faktor sulitnya mendapatkan masjid di negeri kincir angin tersebut. Ini bukan karena di Belanda tidak ada masjid, tetapi lebih kepada karena akses untuk mendapatkan masjid untuk keperluan ibadah sehari-hari di Belanda tidaklah semudah kita mendapatkanya di Indonesia.

Dalam buku Your Practical Guide to Living in Holland, Nuffic Neso merilis bahwasanya jumlah total keseluruhan masjid di Belanda sampai saat ini mencapai kurang lebih 450 masjid, dan masjid ini diperuntukkan bagi sedikitnya 944,000 umat Islam di negeri kincir angin tersebut. Masjid-masjid tersebut dikelola oleh warga negara keturunan Turki, Maroko, Suriname, Indonesia, Pakistan, dan negara lainya.  (Nuffic, 2010)

Dalam konteks jumlah muslim dan masjid Indonesia di Belanda, jika dikaitkan dengan hasil wawancara penulis dengan Kiai Nur Hasyim Subadi, selaku Rois Syuriah PCINU Belanda, total umat Islam Indonesia di Belanda per tahun 2018  mencapai angka 9000 jiwa dan diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan terus maraknya pelajar Muslim Indonesia yang belajar dan pada akhirnya memutuskan untuk bekerja di Belanda. Lantas, pertanyaan yang akan timbul berikutnya adalah; ada berapa jumlah Masjid Indonesia di negeri Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya membutuhkan riset mendalam. Namun berdasarkan pengalaman dan survey singkat penulis, ada sedikitnya 3 masjid Indonesia yang bisa dijadikan destinasi ibadah bagi segenap Muslim Indonesia jikalau suatu waktu berkunjung ke negeri tulip tersebut:

  1. Masjid Al-Hikmah Den Haag

Masjid Al-Hikmah adalah salah satu masjid Indonesia yang terletak di kota Den Haag Belanda, tepatnya di Heeswijkpein, Moerwijk, Den Haag atau sekitar kurang lebih 15 menit perjalanan dengan kendaraan dari Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag.

Foto penulis saat berada di Masjid Al-Hikmah Den Haag, 2017

Ada yang unik dari semua masjid Indonesia yang saya temui di Belanda, termasuk Masjid Al-Hikmah Den haag ini. Umumnya masjid Muslim Indonesia di Belanda dibangun bukanlah atas dasar izin pendirian masjid secara khusus, tetapi sebagai Indonesisch Cultureel Centruum (Pusat Budaya Indonesia). Jika kita datang mengunjungi tempat ini, kita akan mendapati bangunan fisik masjid layaknya bangunan rumah berlantai pada umumnya, tidak ada menara juga tidak ada kubahnya sebagaimana lazimnya masjid-masjid besar yang kita temui di Indonesia.

Dalam sejarahnya, bangunan masjid Al-Hikmah ini awal mulanya adalah sebuah bangunan gereja bernama gereja Immanuel. Sampai akhirnya seorang pengusaha asal Indonesia bernama H. Probosutedjo membeli bangunan gereja tersebut dan mewakafkan tanah dan bangunan yang dibelinya untuk dijadikan tempat ibadah bagi umat Islam Indonesia disana.

Menurut penuturan K.H Nafan Sulchan, salah satu tokoh agama masjid Al-Hikmah Den Haag, kala itu, saat H. Probosutedjo, hendak membeli bangunan gereja Immanuel dan akan alihfungsikan menjadi masjid, masyarakat di sekitar gereja sangatlah senang ketimbang bangunan tersebut digunakan untuk kepentingan lainya, seperti diskotik, bar dan lainya. Kini, gereja Immanuel lama yang mempunya dua lantai itu telah beralih fungsi secara total, lantai utamanya (lantai atas) digunakan sebagai masjid, sedangkan lantai bawah digunakan sebagai tempat pengajian dan kegiatan remaja Muslim.

Hingga saat ini, Masjid Al-Hikmah menjadi salah satu masjid Indonesia yang paling aktif dan paling ramai dikunjungi masyarakat Indonesia untuk beribadah, khususnya saat Shalat Jumat, Shalat Idul Fitri, dan Shalat Idul Adha. Masjid yang dikelola oleh PPME Belanda, PCINU Belanda dan Lembaga takmir masjid Al-Hikmah ini mampu menampung sedikitnya 5000 jamaah.

2. Masjid PPME Al-Ikhlas Amsterdam

Masjid yang bernama resmi masjid Al-Ikhlas dan merupakan bagian integral dari Gedung Indonesisch Cultureel Centruum (Pusat Kebudayaan Indonesia) ini terletak di jalan Jan Van Gentstraat 140, Badhoevedorp, Amsterdam.

Cerita dibalik proses pembelian bangunan dan sejarah kepemilikian masjid PPME Al-Ikhlas Amsterdam ini sungguh sangatlah panjang. Diawali dengan semangat beribadah di rumah masing-masing jamaah secara bergilir yang berlangsung hingga puluhan tahun, sampai kepada sebuah momen dimana jamaah PPME Al-Ikhlas Amsterdam ini bersemangat untuk ‘patungan’ demi  membeli  sebuah bangunan yang kelak akan mereka gunakan sebagai tempat ibadah. Hingga pada akhirnya, atas izin Allah, datanglah seorang pengusaha asal Sumatera yang bernama H. Anif ke masjid tersebut dan memberikan suntikan dana yang cukup besar untuk membantu jamaah PPME Al-Ikhlas Amsterdam membeli sebuah bangunan yang hingga saat ini mereka gunakan sebagai masjid dan tempat aktivitas dakwah, pendidikan dan keagamaan lainya.  Sampai dengan tulisan ini dibuat, masjid PPME Al-Ikhlas Amsterdam ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama bangunan masjid ini difungsikan sebagaia tempat beribadah dan pengajian, sedangkan lantai keduanya dimanfaatkan sebagai ruang kantor, kelas madrasah, dan fasilitas workshop atau mini-seminar.

Salah satu kegiatan masjid PPME Al-Ikhlas Amsterdam, Pembacaan Dzikir dan tahlil.

Menurut Hasanul Hasibuan, Sekretaris PPME Al-Ikhlas Amsterdam, sampai dengan tahun 2020 ini, Masjid PPME Al-Ikhlas Amsterdam mengakomodir sedikitnya 720 keluarga dengan rincian jumlah anggota sebanyak 2500 jiwa.

Diantara masjid Indonesia lainya, masjid ini adalah masjid yang paling sering saya kunjungi. Selain karena domisili saat kuliah master dulu adalah di kota Amsterdam, selama kurang lebih satu tahun, saya juga mendapatkan amanah untuk menjadi salah satu pengurus dan tim pengajar di komunitas PPME Al-Ikhlas Amsterdam ini.

3. Masjid SGB Utrecht

SGB (Stichting Generasi Baru) Utrecht merupakan sebuah Yayasan muslim Indonesia yang telah berbadan hukum resmi dan berfungsi sebagai pusat aktivitas dakwah, edukasi, dan kedudayaan bagi masyarakat Muslim Indonesia yang berada di Utrecht dan sekitarnya. Masjid ini terletak di De Bazelstraat 31, 3555 CR Utrecht, Netherlands.

Jika merujuk kepada laman website resmi masjid ini di www.generasibaru.nl , pada mulanya, aktivitas Muslim Indonesia di kota Utrect yang tergabung dalam Yayasan SGB ini mengadakan berbagai kegiatan keislaman insidental dengan menyewa ruangan dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Kondisi ini tidak mengurangi semangat para penggiat SGB untuk terus meningkatkan kinerja organisasi, sampai akhirnya kesungguhan SGB berbuah manis dengan diperolehnya tempat/kantor tetap (dalam bentuk sewa) yang dapat digunakan sebagai ruang serba guna dimulai pada tahun 2010.

Kegiatan di Masjid SGB Utrecht. Source: globalwakaf.com

Beberapa aktivitas Masjid SGB Utrecht yang masih berlangsung hingga saat ini antara lain: aktivitas ibadah (masjid), Taman Pendidikan Al-Qur’an untuk anak-anak Indonesia di Belanda, pengajian rutin, kajian tafsir, kuliah umum, kegiatan silaturahmi, pusat budaya nusantara, juga berbagai kegiatan wadah kreativitas dan aktualisasi masyarakat Indonesia di Belanda.

Jika dibandingkan antara dengan masjid PPME Al-Ikhlas Amsterdam dan Masjid Al-Hikmah Den Haag, masjid SGB Utrecht ini adalah masjid yang paling jarang saya kunjungi. Terhitung hanya sekali saya menginjakan kaki di masjid ini, itupun hanya sekedar kunjungan ingin mengetahui keberadaan dan letak dimana masjid ini berada.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *