Maraknya penyebaran Virus Corona di seluruh dunia, dan telah ditetapkanya virus mematikan tersebut sebagai pandemi global oleh badan kesehatan dunia, WHO, tidak saja berimbas pada sektor perekonomian dan pariwisata, tetapi juga sektor pendidikan.

Semenjak virus tersebut mulai menyebar dari wilayah Wuhan di China pada medio Januari lalu dan telah merambah banyak wilayah di banyak negara di dunia, penyebaran virus ini  juga telah menjadi ‘dalang’ yang menyebabkan banyak sekolah dan perguruan tinggi menutup sementara aktifitas akademik dan kegiatan belajar-mengajar, tidak sedikit kampus dan lembaga yang menunda jadwal ujian akhir mahasiswanya, hingga menunda jadwal penerimaan mahasiswa/i baru, khususnya bagi mereka yang hendak berkuliah di periode musim dingin (winter) antara bulan Januari-Maret di tahun ini.

Santri Mengglobal, melalui catatan singkat ini berhasil memawancari 3 mahasiswa/i Indonesia yang sedang belajar di luar negeri, untuk mendapatkan informasi sekaligus memastikan bagaimana kondisi terbaru penyebaran virus Corona di pelbagai negara di dunia, dampaknya bagi dunia pendidikan dan kebijakan pemerintah setempat terhadap penangangan penyebaran virus corona. Ketiga mahasiswa/i tersebut adalah: Meta Zahro Aurelia, Mahasiswi doktoral psikologi sosial, di Vrije Universiteit Amsterdam, aktif di PPI Belanda, M Recho A Putra, Mahasiswa master Islamic dan Finance Sakarya University Turkey, aktif PPI Dunia,serta Shalawatun Zein Hasanah, mahasiswi Al-Azhar University Mesir, aktif di PPIM Mesir.

Wawancara ini dilakukan melalui Whatsapp call dan whatsapp chat pada hari Senin, 23 Maret 2020. Berikut liputan dan wawancara singkat dengan mereka:

*Bagaimana kondisi penyebaran Virus Corona secara umum di negara tempat kalian belajar dan langkah preventif apa saja yang sudah dilakukan pemerintah setempat?*

Penyebaran virus Corona di Turkey sampai hari ini masih cukup massif, tegas Recho. Merespon kondisi ini, Turkey, menurut saya, menggunakan kebijakan Semi-lockdown, dimana ada beberapa wilayah yang ‘memaksa’ penduduknya untuk tetap di rumah dan tidak boleh kemana-mana (stay at home), juga ada beberapa wilayah yang tidak memberlakukan system lock down secara ketat. Yang saya ketahui, ada 2 bandara di Turkey, dimana 1 bandara dinonaktifkan untuk semua penerbangan, namun ada satu bandara lainya yang masih tetap digunakan untuk akses penerbangan ke/dalam dan luar negeri. Ada sedikitnya 20 negera yang penduduknya dilarang memasuki wilayah Turkey sampai saat ini selama darurat Corona.

Tidak jauh berbeda dengan Turki, kondisi penyebaran virus Corona di Mesir pun cukup cepat dan perlu penanganan serius. Zein menyatakan, sampai hari ini tercatat 450 korban yang terjangkit virus mematikan ini.  Pemerintah mesir pun, melalui arahan Menteri Agama, DR Muhammad Mukhtar Jum’ah telah resmi mengambil sikap untuk meniadakan shalat berjamaah di masjid-masjid guna menghindari kumpulan masa. Masjid-masjid hanya mengumandangkan adzan saja di setiap shalat lima waktu shalat. Dan baru-baru ini pemerintah sudah mengumumkan pembatalan pemberangkatan jamaah haji Mesir untuk tahun ini. Lebih jauh lagi, pemerintah Mesir pun telah menetapkan untuk memberlakukan jam malam untuk seluruh toko-toko, pasar-pasar, kafe-kafe, dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi perkumpulan masa. Zein juga kisahkan bahwa sesuai arahan Menteri Kelistrikan dan Energi Terbarukan, DR Muhammad Syakir, masyarakat Mesir diimbau untuk memperhatikan beberapa hal saat menerima petugas tagihan listrik di antaranya: menjaga jarak mainimal 1,5 meter, mencuci faturoh dan mencuci tangan setelahnya.

Tidak jauh berbeda dengan Mesir dan Turki, menurut Meta, di Belanda pun, pasca penetapan virus Corona sebagai pandemi global oleh WHO, penyebaran Corona di negeri kincir angin tersebut masih sangatlah massif. Dia mencatat, ada penambahan 400-600 orang baru yang terjangkit virus Corona tiap harinya dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Walau memang Kematian masih dibawah 5% dari jumlah total pengidap virus Corona di negeri sepeda ini. Ia juga menambahkan, sampai hari ini rerata usia kematian akibat virus Corona di Belanda adalah mereka yang berusia diatas 63 tahun, karenanya menjadi penting untuk menjaga para orang tua agar selalu dan tetap sehat  setiap saatnya, ujar Meta. Pemerintah Belanda juga sudah mengimbau masyarakat secara keseluruhan untuk terus berhati-hati dan tidak keluar rumah jika tidak benar-benar diperlukan guna menghindari kontak antar sesama yang memungkinkan penyebaran virus dalam skala yang lebih banyak dan luas.

*Dampak Penyebaran Virus Corona bagi sistem pendidikan dan pembelajaran di negara tempat kalian belajar?*

Sejumlah lembaga pendidikan dan universitas di Turkey, pasca penetapan virus corona sebagai pandemi global, juga sudah menetapkan system kuliah online setiap harinya, jelas Recho. Kebijakan inipun disupport oleh sejumlah media televisi pemerintah maupun swasta, dimana beberapa TV channel menyediakan platform layanan  ‘belajar bersama’ untuk membantu pembelajaran online bagi  siswa/I jenjang setara SD, SMP, dan SMA.

Di Belanda, Kebijakan penutupan sekolah setingkat TK, SD, SMP, dan SMA sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu, pun penutupan universitas dan kantor yang bersifat swasta dan negeri. Durasi waktu penutupan Lembaga pendidikan di Belanda juga beragam, ada yang tutup sampai dengan 06 April sambil menunggu update dan perkembangan terbaru seputar virus corona. Bahkan, lembaga pendidikan besar seperti Leiden, Maastricht, dan Groningen university memilih untuk tutup hingga akhir tahun ajaran di bulan Agustus nanti.

Semua bentuk perkuliahan sudah berubah dalam bentuk kuliah online. Walaupun ada beberapa program yang ‘memaksa’ untuk tetap melaksanakan kuliah langsung, khususnya beberapa kuliah yang berkaitan berkaitan dengan field research/internship (kuliah kerja lapangan).

Lebih jauh lagi Meta ceritakan, bahwa ada sebuah lembaga pendidikan tinggi di Amsterdam yang memperbolehkan mahasiswa internasionalnya untuk pulang ke kampung halaman dan negaranya masing masing dengan catatan menghubungi pihak internasional office kampus terlebih dahulu untuk memastikan status akademik/kesiswaan nya kedepan, hendak melanjutkan kuliah dengan system online atau ‘menyudahi’ proses kuliahnya di Belanda. Metta yang juga merupakan salah satu pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda juga mencatat: Per bulan Maret 2020 ini, ada sekitar 100 mahasiswa/i yang tergabung dalam PPI Belanda yang sementara ini memilih pulang ke Indonesia selama penyebaran virus Corona.  Bekerjasama dengan KBRI di Den Haag, PPI Belanda menyiapkan hotline khusus seputar penanganan dan penceghan virus Corona bagi mahasiswa Indonesia di Belanda, dengan menghubungi nomor:  +31 6 28860509 (KBRI Den Haag).

Tidak jauh berbeda dengan Belanda dan Turki, Mesir sudah menerapkan sistem TUTUP SEMENTARA segala bentuk aktifitas akademik dan keagamaan per tanggal 15 maret 2020 selama 2 minggu atau sampai dengan tanggal 31 maret 2020. Pemerintah mesir mengumumkan bahwa seluruh universitas, ma’had, sekolah-sekolah biasa, markaz-markaz, sampai pengajian atau yang biasa disebut dengan Talaqqi sekalipun itu sudah harus ditutup dan diliburkan. Namun memang, dari 2 hari sebelum pemerintah mesir mengumumkan lockdown sementara pun di mesir sedang mengalami badai besar, karenanya  2 hari sebelum itupun sudah ada libur di Mesir.

Zein menambahkan, mengingat ujian Termin 2 di kampus al-Azhar sudah semakin dekat. Sebagai mahasiswa, kita pun merasa jadi banar-benar terganggu dan terhambat segala-galanya, karena dalam 2 minggu ini kita seharusnya menyelesaikan materi diktat kuliah bersama-sama di jami’ah, namun karena Alazhar sendiri masih menggunakan sistem manual untuk pembelajaran di kelas atau disebut dengan muhadoroh, jadi sangatlah susah bagi mahasiswa untuk melanjutkan proses belajar-mengajar ini. Ujarnya.

Tetapi, karena kondisi yang tidak memungkinkan, Al-azhar sendiri sudah mengambil sikap untuk menempuh kuliah secara online untuk suksesi kegiatan belajar mengajar mereka, yaitu melalui media audio didalam satu group whatsapp, walau yang kami rasakan ini masih jauh dan  kurang dari kata kondusif sebagaimana lazimnya yang kita dapat saat proses muhadoroh/tatap langsung!. Kabar terbaru dari pemerintah Mesir, ujian termin 2 seluruh universitas di Mesir akan diundur sampai 30 mei mendatang. Ungkapnya sedih.

Kira-kira, Apa pesan untuk mahasiswa Indonesia di seluruh dunia?

Meta berpesan untuk para pelajar Indonesia di seluruh penjuru dunia, STAY SAFE! Khusus buat kalian yang mau ke Belanda dalam waktu dekat, baiknya koordinasi terus dengan pihak international office kampus kalian, untuk update perkembangan virus Corona. ‘Saya juga tidak merekomendasikan kalian yang mau kuliah ke Belanda untuk datang ke Belanda dalam waktu dekat ini, mengingat negara ini masih cukup massif penyebaran virus Coronanya!’ Jelas Metta

Buat pelajar di Indonesia, jangan lupa juga untuk patuhi ketetapan pemerintah dan lembaga pendidikan tempat kalian belajar, jangan lupa ‘Self-distancing’, atau sebisa mungkin jaga jarak! dan harus ikhlas untuk ikuti proses perkuliahan online walau oleh sebagian orang dianggap kurang efektif, tapi percayalah itu solusi yang paling ideal untuk saat ini.  Terakhir, katanya,  Jangan banyak keluyuran! Kalau kita masih sayang nyawa dan mau lulus kuliah dalam keadaan sehat wal afiat!

Dalam kesempatan terpisah, Recho juga menambahkan pentingnya proses self-distancing untuk saat ini. Dengan tegas ia berpesan: Jaga diri baik-baik! Dengan begitu kita  juga sekaligus menjaga kesehatan dan keutuhan keluarga, khususnya orang tua. Ini karena yang banyak terjangkit virus Corona adalah orang tua. Ungkapnya.

Dalam kesempatan lain, Zein juga berpesan dari Mesir, kepada seluruh mahasiswa Indonesia dimanapun kalian berada, untuk tetap lakukan kegiatan yang produktif, karena dengan kuliah online dirumah, kita bisa lebih banyak waktu untuk terus menggali potensi dalam diri kita.  Tetap stay at home!, mari kita sama-sama berjuang melawan wabah ini, karena virus ini adalah masalah pandemik, bukan hanya negeri Indonesia saja. Al-akhir, Ciptakan suasana menjadi nyaman, tenang dan produktif! Keselamatan dan kesehatan adalah hal yang paling terpenting, tidak hanya berharga bagi dirimu sendiri, tetapi juga bagi saudaramu dan keluargamu!

Dito Alif Pratama, MA

Founder Santri Mengglobal


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *