Oleh : Yulianur Zulkarnain – Universitas Darussalam Gontor Putri

Di negara Indonesia kita ini sudah terlalu banyak pengaruh buruk dari media sosial manapun, dan rata rata yang terhasut di dalamnya adalah kaum remaja millenial saat ini yang sedang maraknya diperbincangkan disetiap aspek apapun.

Titik kecanduan dari setiap masyarakat sudah tidak bisa dihindarkan lagi karna setiap kalangan para anak muda,anak-anak, dan orang tua sudah memakainya. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun atau yang mencentuskan media sosial itu karna, pada dasarnya semuanya kembali kepada setiap diri masing-masing memakainya dengan cara yang bermanfaat ataupun sebaliknya.

Jika kita berfikir secara pendidikan seharusnya apa yang diviralkan dimedia sosial bukanlah sesuatu hal yang tidak bermanfaat atau isu-isu yang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan tetapi, konten yang dapat membangun,membawa dan menerapkan bahwasannya pendidikan dan ilmu itu lebih penting daripada suscriber ataupun video viral yang tidak memberikan pengaruh yang baik bagi diri kita semua.

Lantas, apa yang kalian pikirkan untuk negara kita ini yang mayoritas beragama muslim?

Apa saja solusi dan peran kita sebagai remaja millenial untuk negara kita sendiri?

Mari kita simak dan belajar bahwa segala sesuatu harus ada yang berani memulai untuk memperlihatkan kita orang yang didalamnya berniat dan mempunyai sifat juang untuk membela agama dan negaranya. Inilah peranan remaja millenial yang seharusnya diapresiasikan :

  1. Berfikir panjang bahwa konten yang islami atau dakwah dapat membawa kita kejalan yang benar dan sebaliknya konten yang tidak baik menjerumuskan kita dalam kesesatan.
  2. Ilmu yang kita miliki digunakan dengan baik agar menghasilkan sesuatu yang baik juga dan sebaliknya jika ilmu yang kita miliki tidak dipergunakan dengan baik akan menjadi sia-sia.
  3. Berkemauan tinggi dalam segala aspek apapun dapat membawa kita dalam kesuksesan dan sebaliknya jika kita bermalas-malasan maka kegagalan dan ketertundaan yang menghampiri kita.
  4. Dan yang terakhir selalu mengingat allah karna segala sesuatu dibumi ini akan kembali kepada sang pemiliknya.” Dibawah hanya ada tanah dan diatas hanya ada ALLAH”

Jadi,bagaimana para kaum millenial? Jalan yang baik atau buruk semua tergantung dari setiap diri masing-masing. Mari kita bangun generasi millenial yang viral akan ilmunya, dakwahnya, dan aspresiasinya.

Generasi millenial adalah generasi pemuda dan pada saat inilah jiwa-jiwa para generasi muda seharusnya menjadi penggerak islam disetiap masanya karena pemikiran seorang pemuda lebih mempunyai kekuatan yang produktif dan inovatif dalam berkontribusi dalam aspek apapun itu. Dalam peran remaja muslim yang berdakwah kita harus bisa menjaga dan bersabar atas cara yang kita berikan kepada masyarakat.

Karena yang perlu kita ketahui menjadi seorang dakwah tidak semudah yang kalian kira. Seorang Da’i itu bukan lah seorang yang tidak membutuhkan sensasi dan kontroversi dalam aspek apapun. Mereka yang berdakwah adalah yang menjalankan dan menegakkan agama allah ta’ala. Dan tidak cukup hanya memiliki ilmu banyak , selalu menyampaikannnya namun tidak mengerjakan dan menaatinya alangkah baik nya seperti itu sehingga kita bisa menjadi tauladan yang baik bagi orang orang muslim yang berada disekitar kita.

Dan yang seperti kita ketahui dari media sosial juga kita dapat mengambil peluang dengan menyampakan ilmu dan informasi yang kita punya seperti membuat konten ceramah singkat, film pendek, puisi dan segala sesuatu yang memiliki nilai kebaikan dan bermanfaat untuk orang lain. Karena seperti hadist ini riwayat bukhari ini menyampaikan bahwa “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”.

Karena itulah, agama kita menganjurkan agar kita menjadi seorang pemimpin yang fleksibel bagi masyarakat yang pada akhirnya harus mempersembahkan sumbangan bagi perkembangan masyarakat Islam secara luas. Ironisnya, di era yang canggih ini kita menyaksikan perbuatan kaum muda selalu bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Kita memperhatikan banyak kaum muda tidak sadar akan pendidikan dan lebih sedih lagi jika kita perhatikan saudara-saudara kita kaum muslimin di Negara kita berprilaku buruk dan mereka dengan sengaja menghindari ajaran Islam dan mengikuti kebudayaan Barat. Kita tidak dapat membayangkan dan menggambarkan apa yang bakal terjadi di masa datang jika semua kaum muda tidak memperhatikan tanggung jawab ini. Kita harus sadar bahwa tanggung jawab membangun bangsa dan menegakkan agama bergantung pada kita. Dengan beberapa pertimbangan itu harus kita begitu hati-hati terhadap kebudayaan Barat yang merusak yang akan mewarnai ajaran Islam.

Peran partisipasi pemuda yang besar dalam membangun, menyumbang, dan mendukung perkembangan bangsa. Mereka adalah harapan bangsa yang akan berjuang demi masa depan Negara yang lebih cerah. Demikian juga, mereka dalam waktu yang sama merupakan harapan Islam, yang akan berjuang demi ajaran Islam di hari esok, yang akan mempertahankan undang-undang Islam, yang akan melindungi generasi muda Islam secara luas dari pengaruh gaya hidup barat yang merusak, yang akan menjadi seorang pemimpin pada masa yang akan datang.

“KARNA JIKA BUKAN KITA YANG MEMULAI SIAPA LAGI?”

“EVEN THE BEST CAN BE IMPROVED”


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *