الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر

الحمد لله وحده صدق وعده ونصر عمده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. اللهم صلّ على سيدنا محمد وعلى اله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة.

أما بعد: فيامعاشر المسلمين والمسلمات أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون، وقد قال الله تعالى: فى القرآن الكريم: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang berbahagia

Pertama-tama khatib mengajak kepada diri khatib pribadi dan hadirin sekalian agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT karena dengan keduanya kita dapat selamat di dunia dan di akhirat.

Allahu Akbar3x walillahi al hamdu

Setelah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa berserta rangkaian ibadah ramadan lainnya, saat ini kita kembali diperkenankan oleh Allah SWT untuk menyambut hari kemenangan yang tentunya dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur kepada-Nya. Ada hal yang berbeda di hari raya idul fitri tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni pada hari raya tahun ini Allah SWT tengah menguji kita dengan salah satu tanda kekuasaan-Nya berupa corona virus disease-19 dan sudah berlangsung lebih dari dua bulan lamanya. Wabah ini, tidak hanya berimbas pada sektor kesehatan tapi juga sektor ekonomi, pendidikan, moral, dan sosial-masyarakat.

Di Indonesia, hingga saat ini jumlah yang terjangkit corona sudah lebih dari 20 ribu jiwa, jutaan rakyat kehilangan lahan pekerjaan, tak sedikit perusahan-perusahan yang gulung tikar, kriminalitas meningkat karena banyak yang kelaparan. fenomena semacam ini bukan hanya terjadi pada masa sekarang, jauh sebelumnya sudah ada beberapa fenomena wabah yang memakan korban dalam jumlah besar. Seperti pada tahun 1720 M terjadi wabah Tha’un yang mewafatkan sekitar 100.000 manusia di Marseille, Prancis. Kemudian pada tahun 1820 terjadi di Indonesia, Thailand dan Philiphina, juga mewafatkan puluhan ribu manusia. Pada tahun 1920 juga terjadi wabah influenza di Spanyol yang menelan korban hingga jutaan orang. Imam Ibnu Katsir (w 774 H) dalam kitabnya al-Bidayah wal-nihayah menuturkan bahwa dulu, tepatnya pada tahun 478 hijriah, pernah ada banyak penyakit dan wabah yang menular pesat di Irak, Hijaz, dan Syam. Sehingga mengakibatkan banyak orang yang meninggal mendadak. krisis ekonomi dengan kekurangan bahan pangan juga menjadi masalah serius kala itu.

Kendati demikian, kita harus yakin dan optimis bahwa wabah ini akan segera berlalu karena Allah Maha Tahu, melalui ujian ini kita sanggup menghadapinya, tentunya dengan usaha, doa, dan tawakal yang harus terus disinergikan

لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: “Allah tidak akan memaksakan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS Al-Baqarah:286)

Allahu Akbar3x walillahi al hamdu

Ujian bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya, jika hamba-Nya itu bersabar dalam menghadapinya, semakin kuat keimanan seseorang maka akan semakin kencang arus cobaan yang akan dihadapinya, hal ini sebagaimana yang dialami oleh para nabi dan orang-orang shaleh terdahulu, namun mereka bersabar dan mampu menghadapi-Nya sehingga mereka mendapatkan rahmat Allah yang berlipat ganda. Allah SWT berfirman

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dalam ayat ini dijelaskan, ada 5 bentuk ujian yang akan Allah SWT berikan kepada manusia; pertama rasa takut, kedua kelaparan, ketiga kekurangan harta, keempat jiwa, dan kelima buah-buahan. Di masa pandemi ini kita merasakan lima bentuk ujian tersebut, namun bisakah kita bersabar dengan terus memperbanyak taubat dan amal kebaikan? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Idul Fitri yang memiliki makna antara lain kembali kepada asal penciptaan dan jati diri manusia, ini memberikan pesan agar kita kembali memperkuat kemanusiaan dengan mengukuhkan solidaritas antar sesama, menyingkirkan ego individual, dan berbagi kebahagiaan, khususnya untuk saudara-saudara kita yang terdampak korona, menylaurkan bantuan berupa infak dan sedekah juga sebagai salah satu buah dari ibadah puasa, yakni menajdi insan bertakwa, yang salah satu cirinya adalah orang yang gemar berinfak, dalam arti lain gemar membantu sesama dan saling maaf memaafkan, sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam Al-Quran.

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Artinya: “Ciri-ciri orang yang bertakwa itu adalah mereka orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan” (QS Ali Imran: 134)

Dengan menolong sesama kita juga akan ditolong oleh Allah SWT dalam berbagai hal, sebagaimana sabda Nabi saw

واللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ

Artinya: “Pertolongan Allah selalu turun bagi hamba-Nya, selagi seorang hamba menolong saudaranya yang lain” (HR Muslim)

Semoga kita semua diberi kekuatan dalam menghadapi pandemi ini dan diberikan kepedulian untuk membantu sesama. Amiiin.

جعلنا الله وإيَّاكم من العائدين والفائزين وأدخلنا وإياكم فى زمرة عباده المتقين، بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل الله مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم، أقول قولي هذا فاستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

KHUTBAH KEDUA

الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر ، الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. الحمد لله الذي حرم الصيام يوم العيد ضيافة لعباده الصالحين. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمد عبده ورسوله لا نبي بعده اللهم صلّ على سيدنا محمد وعلى اله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة.

أما بعد: فيامعاشر المسلمين أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون، وقد قال الله تعالى: فى القرآن الكريم: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وأحثكم على طاعة الله ورسوله فى كل وقت لعلكم تفلحون.

قال تعالى: “إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما”

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات. اللهم اكشف عنا كورونا، اللهم ادفع عنا كورونا، اللهم ارفع عنا هذه الجائحة وهذا البلاء يا رب العالمين.

عباد الله! إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله العظيم

يذكركم وسئلوا الله من فضله يعطكم ولذكر الله أكبر


Khutbah disampaikan pada shalat Idul Fitri 1441 H di Perumahan Pusaka Bumi Parungkuda Sukabumi Jawa Barat


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *