Setelah menjalankan puasa sebulan penuh di Bulan Ramadhan. Umat Islam kini merayakan kemenangan Hari Raya Idul Fitri di bulan Syawal. Setelah menjalankan gemblengan laku spiritual pada Ramadhan. Umat Islam dituntut untuk lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Kebaikan-kebaikan yang dijalankan selama Ramadhan, harus terus Istiqomah dijalankan pada bulan-bulan setelahnya. Terdapat empat anjuran yang perlu dijalankan pada Bulan Syawal.

Pertama, Puasa Enam Hari

Terdapat anjuran untuk melaksanakan puasa selama enam hari di bulan Syawal. Sebenarnya anjuran itu dimulai dari tanggal 02 Syawal sampai 07 Syawal. Namun jika tidak bisa, maka tetap dianjurkan pada selain tanggal tersebut, baik secara berurutan ataupun secara berseling hari. Yang terpenting masih dilaksanakan di dalam bulan Syawal selama enam hari. Pahala puasa Syawal ini setara dengan puasa selama satu tahun.

Kedua, Silaturrahim

Umat Islam khususnya di Indonesia, biasanya momentum Idul Fitri digunakan untuk bersilaturrahim ke rumah saudara, keluarga, tetangga, guru, teman dan lain-lain. Momen ini bertujuan untuk menyambung dan memperkuat tali persaudaraan. Walaupun dunia sedang dilanda Pandemi COVID-19, kita tetap masih bisa bersilaturrahim kepada keluarga yaitu melalui online atau virtual. Jangan jadikan musibah ini untuk tidak silaturrahim, kita masih bisa silaturrahim melalui online, baik itu melalui pesan,telepon, video call dan lain-lain yang bisa menghubungkan atau berkomunikasi dengan keluarga.

Ketiga, Saling Memaafkan

Selain digunakan untuk silaturrahim, momentum Idul Fitri biasanya dimanfaatkan untuk saling meminta maaf kepada yang lain, baik itu kepada orang tua, saudara, tetangga, keluarga, guru, teman dan lain-lain. Saling bermaaf-maafan untuk melebur dosa atau kesalahan hak adami kepada sesama. Ditengah Pandemi ini, kita masih tetap bisa saling memaafkan, walaupun secara online atau virtual. Yang terpenting esensi dari meminta maaf masih tersampaikan dengan baik.

Keempat, Menikah

Pada bulan Syawal ini terdapat anjuran untuk menikah, menikahkan dan menggauli Istri. Rasulullah sendiri menikahi Sayyidatina Aisyah pada bulan Syawal. Dan membangun rumah tangga dengan Sayyidatina Aisyah juga pada bulan Syawal. Sayyidatina Aisyah sendiri juga dahulu senang menikahkan para wanita di bulan Syawal. Mumpung masih di bulan Syawal, yang sudah siap dan punya calon segeralah menikah. Untuk yang belum punya calon, jangan dipaksakan. Hehe

Wallahu A’lam…

Oleh : Muhammad Alvin Jauhari, Alumni IICS 2019, Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Sunan Ampel Surabaya, Santri Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya, Alumni Pesantren Tebuireng dan Madrasah NU TBS Kudus.


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *