5 tahun menjalani hidup ditanah rantau yaitu Negeri Piramida amatlah banyak sekali pengalaman yang sudah saya lalui, suka dan duka sudah saya rasakan, ribuan kilometer jarak yang memisahkan saya dengan kampung halaman, kebiasaan budaya yang berbeda, cita rasa makanan yang tidak sama dengan lidah nusantara harus saya paksakan agar ful (kacang tanah yang digiling) salah satu makan khas Mesir masuk kedalam perut. itu harus saya nikmati, seperti halnya saya sedang menikmati bumbu siomay. hehehe

Setiap daerah pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, entah itu dari prilaku kepribadian masing-masing atau perilaku satu kafilah (kelompok). Disaat kamu berkunjung wisata atau yang lain ke negara Mesir, kamu akan menemukan prilaku dan kebiasaan mereka, maka itu lah hikmah dari penciptaan makhluk yang berbagai macam jenis dari berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kita saling mengenal satu sama lain.

Berbicara tentang kebiasaan, menurut saya ada hal yang saya sangat kagumi dan memberikan nilai A dari kebiasaan orang mesir, meski saya pernah menuliskan sebuah catatan tetang hal yang harus kamu ketahui tentang mesir, contohnya seperti, banyaknya sebagian orang dari tidak membuang sampah pada tempatnya, tapi tetap mereka masih memiliki kebiasaan yang amat patut dicontoh oleh kita, khususnya orang Indonesia. Karena Mesir meliki jiwa toleransi yang tinggi. Maka dari itu saya akan mencatat apa saja kebiasaan baik orang Mesir yang patut dicontoh :

Pertama, Selalu mengucapkan Salam Ketika berjumpa.

Hal ini terkadang mungkin tidak dilakukan oleh orang Indonesia, atau ada yang melakukannya dari kalangan tertentu saja.  meskipun warga Indonesia mayoritas muslim tidak bisa disamakan dengan kebiasaan warga Mesir. orang Mesir memiliki kebiasaan mengucapakan salam dan juga senantiasa menjawab salam Ketika ada yang mengucapkan salam, dimanapun itu, baik Ketika sedang jalan lalu melewati sekumpulan orang, baik Ketika naik kendaraan umum, masuk ke tempat perbelanjaan dan tempat-tempat umum lainnya. Hal seperti ini mungkin sedikit berbeda bila dipraktekan di Indonesia. Sebab sepulang saya dari Mesir yaitu 2017 bulan juli, saya pulang ke Indonesia Edisi Menuangkan rindu pada sanak keluarga, karena masih awal-awal pulang, Ketika saya naik angkutan umum, dan masuk mobil saya ucapkan salam “assalamua’alaikum!”  kepada penumpang yang didalam, tak satupun mereka menjawabnya, tapi tidak tahu kalau menjawabnya dalam hati, yang ada mereka semua melihat kearah saya sambil terdiam, dan saya menjadi kaku ditambah menahan rasa ingin ketawa, takutnya dikira yang enggak-enggak, hehehe.

Dalam kondisi seperti ini kita seorang muslim terkadang dilema, mengucapkan salam kepada sesama muslim adalah sunnah namun menjawabnya adalah wajib, bila kita biasa mengucapakan salam kepada sekumpulan orang yang sedang duduk kemudian mereka tidak menjawab makan dosalah kita. Dan hal yang paling aman bagi kita lebih baik ucapkan permisi saja, berbeda Ketika kita melihat dulu siapa sekempulan orang yang sedang kumpul atau duduk tersebut, bila anak majlis atau kita melihat orang yang kita kenal, boleh kita mengucapkan salam.

Maka dari itu kamu yang berkunjung ke Mesir jangan lupa jawab salam ketika kamu sedang di angkutan umum atau tempat umum lainnya pada saat ada warga Mesir yang menyapa kamu diawali dengan mengucapkan “Assalamua’alaikum!”.

Kedua, Menjamu tamu dengan jamuan yang luar biasa.

Orang Mesir akan merasa senang Ketika kita berkunjung ke rumah, karena memuliakan tamu adalah kebiasaan yang dijungjung tinggi oleh mereka, baik warga Mesir itu muslim atau non muslim saya sudah sangat sering Ketika masa kuliah disana berkunjung ke rumah guru saya. saya selalu dihidangkan dengan makanan yang luar biasa. Mereka sangat senang sekali Ketika kita menikmati hidangannya dengan lahap, namun sebaliknya, bila kita makannya sedikit, mereka akan bertanya-tanya dan berfikir bahwa makanan yang mereka hidangkan tidak sedap. Hal ini pernah saya singgung ditulisan sebelumnya, karena adat kebiasaan kita (orang Indonesia) berbeda dengan kebiasaan orang Mesir. Orang Indonesia malu kalau banyak makan di rumah orang, karena takut dianggap rakus atau seperti orang yang tidak pernah makan enak.

Silaturahmi Ke kediaman Syeikh Abdul fattah di Kota Asyuth Mesir

Hal ini tidak hanya berlaku Ketika kita sedang berkunjung ke rumah orang Mesir, namun pada saat kita berkunjung ke suatu toko, dan sang penjaga toko misalkan tengah dalam kondisi makan, mereka (orang Mesir) akan memaksa kita untuk gabung makan dengan mereka, bahkan bila kurang mereka tidak segan-segan untuk membeli lagi. Berbeda dengan yang kita pikirkan Ketika di Indonesia, kita sering sekali ditawari makan oleh orang yang tengah dalam posisi makan siang, namun  kita terkadang menganggap itu hanya sebuah kata basa-basi saja. Hehehe, ya meskipun tidak semua orang Indonesia seperti itu, yang hanya menawarkan makan sekedar basa-basi. ya pada intinya kebiasaan baik orang Mesir yang patut dicontoh ialah, mereka tidak takut tidak kenyang Ketika mereka makan mengajak orang lain dan merasa lebih senang Ketika makan Bersama-sama. So buat kamu  kalau gampang laper maen aja ke rumah orang Mesir, hehe.

Bersama Syeikh Abdul Fattah, Beliau Mengajar Di Ponpes Ar-rayah Sukabumi, Sebelumnya mengajar di LIPIA Jakarta

Mungkin hanya itu yang perlu kamu ketahui dan ambil hikmahnya dari kebiasaan baik orang Mesir, dan bisa dikatakan ini hanya Sebagian dari kebiasaan baik yang mereka miliki dan patut kita ambil pelajaranya. Dan hal ini saja saya sangat kagum dan takjub, namun tidak juga  bagi saya melunturkan jiwa nasionalisme karena berbedanya kebiasaan orang Mesir dan orang Indonesia. Jadi buat kamu “Khudz maa shofa wa da’ ma kadar”  ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk.

Depok, 18 Juni 2020

Darma Ami Fauzi

Alumni Universitas Al-Azhar


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *