Catatan Menjadi Muslim Indonesia di Belanda part 17

Diantara dinamika ‘kehidupan’ mahasiswa yang bersekolah kuliah di luar negeri adalah ‘bekerja part-time sambil berkuliah’. Saya katakan dinamika karena kecenderungan dan alasan mahasiswa internasional memilih untuk bekerja part-time sambil berkuliah biasanya beragam, ada yang karena ingin menambah aktivitas agar tidak ‘homesick’ dengan kampung halaman, ada yang sekedar ingin mengisi kekosongan waktu dan menambah pengalaman baru, ada yang karena ingin menambah wawasan budaya dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing, juga tentunya ada yang karena ingin menambah pundi-pundi uang jajan untuk tambahan biaya hidup atau untuk keperluan jalan-jalan. Setiap orang punya alasan tersendiri, walau tidak menutup kemungkinan semua alasan yang disebut diatas bisa jadi melebur menjadi ‘satu konsideran’ bagi seseorang.

Tentang kuliah sambil kerja di Belanda, Pemerintah negeri kincir angin mempunyai kebijakan yang bisa dibilang cukup sangat ‘supportive’ bagi mahasiswa internasional yang ingin bekerja part-time, yaitu dengan memberikan izin kerja maksimal selama 16 jam per-minggu. Selain kerja part-time, pemerintah Belanda juga menyediakan fasilitas visa ‘Zoekjaar’, yaitu visa perpanjangan masa tinggal di Belanda selama kurang lebih satu tahun untuk mencari kerja. (Akan ada tulisan catatan khusus seputar visa Zoekjaar ini).

Bagi saya, kebijakan ini menjadi keuntungan tersendiri. Bagaimana tidak? sebelum berangkat ke Belanda, kerja part-time (sambil kuliah) di Belanda juga menjadi salah satu aktivitas ‘to-do-list’ yang ingin saya lakukan selama tinggal di Belanda. Selain tentunya untuk mendapatkan pengalaman mengenal ‘budaya’ kerja dan hidup masyarakat Belanda dan tambahan uang jajan, melalui kerja part-time saya pun berkesempatan untuk melatih kemampuan berbahasa Belanda yang pernah saya pelajari selama 3 bulan di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta melalui program kursus akulturasi yang diselenggarakan oleh Erasmus Taal Centrum (ETC) bekerjasama dengan Nuffic Neso Indonesia.

Oleh karenanya, saya manfaatkan kesempatan tinggal dan belajar di Belanda untuk juga bekerja part-time selama 6 sampai 10 jam per-minggu, atau 2 sampai 3 hari kerja dalam satu minggu. Biasanya, Saya mengambil satu atau dua hari di weekdays selama 3 jam kerja per-hari (menyesuaikan jadwal dan aktivitas kuliah) dan satu hari full-time kerja di weekend, 7 sampai 8 jam/ hari. Bagaimana dengan gaji pekerja part-time di Belanda?

Gaji kerja part-time yang ditawarkan biasanya beragam, tergantung tempat dimana kita bekerja. Standar umumnya adalah 6 sampai 10 euro per jam. (1euro saat itu sekitar IDR 15000). Oleh karena kerja part-time ini, setiap bulannya saya bisa mendapatkan tambahan uang saku kurang lebih 250 – 350 euro setiap bulannya. Selain untuk tambahan uang saku kuliah, uang hasil kerja ini pulalah yang saya gunakan untuk sesekali pergi ‘Europe-trip’, mentadabburi keindahan negara lainya di benua biru.

Sebagai catatan, bekerja part-time sambil kuliah, selain tentunya mempunyai manfaat, pastinya juga mempunyai resiko. Ini yang juga harus benar-benar disadari dan dipertimbangkan secara matang. Apalagi bagi kita yang pergi ke luar negeri dengan tujuan utamanya adalah untuk belajar. Jangan sampai kesibukan bekerja part-time malah hanya mengganggu kesibukan kita belajar hingga menyebabkan kegagalan dalam menyelesaikan proses akademik kita.

Ada beberapa pesan dan catatan penting yang juga perlu diketahui teman-teman yang juga berkeinginan untuk bekerja part-time sambil sekolah di luar negeri. Pertama, know your priority (kenali prioritas). Mengenali prioritas, saya yakini, adalah hal utama yang sangat penting. Setiap orang tentunya mempunyai prioritas berbeda-beda, kesibukan dan tanggung jawab yang berbeda-beda, pun tugas/beban kuliah yang berbeda-beda, sesuai dengan jurusan dan kurikulum akademiknya. Sebelum memutuskan untuk bekerja part-time, baiknya kita mengenali prioritas hidup dan beban kesibukan kuliah kita terlebih dahulu. Juga sambil mengukur kemampuan dan kapasitas diri. Kita pastinya tau kemampuan kita sendiri, karena memang kita lah yang paling mengenal diri kita, bukan orang lain. Jika kita merasa, prioritas utama kita adalah memaksimalkan belajar seutuhnya atau karena beban tugas kuliah yang tidak memungkinkan untuk bekerja part-time, maka baiknya, fokus untuk belajar adalah pilihan yang harus kita jalani sebaik mungkin, tanpa juga melupakan wkatu untuk ‘menghibur diri  / self-rewarding’ agar tidak jenuh karena melulu belajar. Dan, jika diri kita tau, kita masih bisa membagi waktu dan fokus untuk kerja part-time sambil kuliah, atau juga karena memang kita tau dan punya prioritas lainya berupa ilmu dan pengalaman dari bekerja part-time, tidak ada masalah untuk memilih bekerja part-time sambil kuliah, dengan catatan, bekerja secukupnya dan sebutuhnya saja, tanpa harus memaksakan diri untuk terus sibuk setiap harinya. Kedua, time management. Kepiawaian kita dalam me-manage waktu juga mempunyai peranan penting disini. Ketika kita memutuskan untuk bekerja part-time, maka yang juga harus kita lakukan adalah memastikan diri kita bisa mengatur waktu dengan baik. Kapan waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas, kapan waktu untuk beribadah dan bersilaturahmi, juga kapan waktu untuk bekerja. Jangan sampai, kerja part-time kita nantinya dijadikan alasan lantaran tidak menyelesaikan tugas kuliah atau sampai gagal lulus kuliah (Naudzubillah). Ketiga, cari kerja yang sesuai kemampuan dan flexible. Kerja part-time yang kita lakukan juga alangkah baiknya adalah yang sesuai dengan kemampuan kita, bukan malah yang membuat kita stress setelahnya. Ini penting, agar kita bisa tetap enjoy menjalankan tugas yang kita kerjakan, bukan malah menjadikanya beban. Yang juga jangan dilupakan adalah jadwal kerja part-time kita pilih jangan sampai mengganggu aktivitas belajar. Inilah juga mengapa kita perlu mencari tempat kerja part-time yang yang waktu kerjanya bersifat flexible, alias bisa menyesuaikan dengan waktu kosong dan tidak mengganggu aktivitas belajar harian kita.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *