Yang hilang dari peradaban modern adalah, Allah tidak begitu hadir di hati kita.” – Gus Baha

ومن كان يومن بالله واليوم الاخر فليكرم جاره , ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه

barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari)

Dalam salah satu ceramahnya Gus Baha pernah menceritakan suatu kisah. Konon seorang Kiai pernah dikerjai oleh tetangganya. Tetangganya itu memanggilnya,

“Pak Yai.. coba kesini” Panggil tetangga kiai.

Setelah menghampiri tetangganya, orang tersebut malah bilang, “Oh, maaf tidak jadi.”

Kiai hanya tersenyum dan kembali ke rumahnya, beraktivitas normal kembali.

Kemudian si tetangga memanggil Kiai lagi, “Pak Yai.. coba kesini”

Lagi-lagi kiai tersebut menghampiri rumah tetangganya, dan si tetangga tersebut kembali mengatakan, “Oh, maaf pak Yai, tidak jadi.” Kiai pun tersenyum dan beraktivitas kembali.

Hingga ketiga kalinya, tetangganya memanggil dan lagi-lagi kiai menyaut dan mendatanginya. Namun si tetangga tersebut memang dari awal berniat berbuat jail. Namun kiai tetap tersenyum. Si tetangga bingung, mengapa bisa tiga kali dikerjai si kiai ini tidak marah. Ia pun bertanya kepada kiai, “Mengapa kamu tidak marah saya kerjai?”

“Loh, saya memenuhi panggilanmu kan sebagai tetangga saya itu adalah perintah Allah, tidak ada hubungannya sama sekali dengan kamu. Kamu suruh saya datang ya saya datang. Kamu suruh saya pulang ya saya pulang. Saya ini senang sekali menyenangkan hati tetangga.” Simpel jawab kiai, namun sangat mengena di hati lawan bicaranya. Si tetangga tadi menangis dan langsung minta maaf kepada kiai.

Perilaku macam tadi, tutur Gus Baha, adalah perilaku orang pintar. Karena sekarang ini banyak sekali orang yang mengikuti kelakuan orang bodoh. Contohnya apa, ya kisah diatas, jika kiai tadi marah, artinya terbawa suasananya orang bodoh, secara tidak langsung ia terdikte dengan kelakukan orang bodoh. Orang pintar ya didiktenya oleh gusti Allah Swt.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *