Kabar duka menyelimuti kita semua setelah mendengar sebuah insiden ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa (04/08). Ledakan tersebut menyebabkan paling tidak 78 orang meninggal dan lebih dari 4.000 lainnya luka-luka.

Ledakan besar itu terjadi pada pukul 18.07 sore waktu setempat. Menurut Perdana Menteri Hassan Diab, ledakan ini disinyalir disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat. Pupuk itu diduga disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut. Kepala keamanan umum Lebanon mengatakan zat itu telah disita bertahun-tahun lalu.

Dari ledakan dahsyat ini setidaknya ada beberapa dampak kerugian, diantaranya korban jiwa, rusaknya fasilitas kesehatan, menghasilkan gelombang seismik, istana Baabda rusak, rumah sakit kewalahan, hari berkabung nasional bagi warga Lebanon, dan yang paling merugikan lagi adalah krisis ekonomi menimbang Beirut adalah ibukota Lebanon.

Kota Beirut sangat akrab di kalangan santri. Sebab di kota tersebutlah terdapat percetakan kitab-kitab turats yang sering dipelajari oleh santri di berbagai pelosok dunia, seperti Dar Ibn Hazm, Dar Sader, Dar al-Fikri, Dar l-Kutub AlIlmiya, Daru Ihya l-Turast Al-araby, Dar l-Minhaj, Riad el-Rayes, dan lain-lain.

Mari kita doakan supaya Beirut kembali pulih, dan korban yang luka-luka diberikan kesembuhan. #prayforlebanon

Categories: Informasi

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *