Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan keutamaan. Orang-orang muslim berlomba-lomba memperbanyak amalan kebaikan. Diantaranya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, di siang hari mereka membaca Al-Quran, di malam hari mereka melaksanakan qiyam al-lail, jumlah dan pretensi bersedekah kepada yang membutuhkan makin tinggi, dan bantuan kemanusiaan sangat meningkat. Itu semua adalah bagian dari anugerah Allah di bulan Ramadhan ketika Ia menggerakkan hamba-hambaNya untuk berbuat baik.

Sayang sekali jika bulan Ramadhan kita lewatkan begitu saja tanpa meraih secuil keutamaan di dalamnya. Umpama kita dihadapkan pada hamparan makanan yang disediakan secara cuma-cuma, bahkan orang yang mengambilnya akan mendapatkan kemuliaan, namun kita tidak mengambilnya sama sekali. Tentunya hal demikian adalah sebuah kerugian yang amat sangat.

Kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan lebih dominanan diadakan di masjid, sehingga pada bulan diturunkannya al-Quran ini masjid-masjid tampak hidup dan semarak. Kendati demikian, kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk tetap melaksanakan kegiatan di masjid karena adanya Covid-19, sehingga adanya penyusutan beberapa kegiatan yang sebeumnya meniscayakan masjid sebagai tempatnya. موقع المراهنات

Banyak kegiatan yang bertransformasi dari luring menjadi daring. Bagaimanapun kita sudah melihat, kegiatan belajar mengajar hingga seminar dan acara-acara besar Islam kini dikemas secara online menggunakan sarana-sarana platform yang ada. العاب ربح Tak luput dari kultum dan kajian-kajian kecil, pun keduanya banyak digelar secara daring. Ragam kegiatan di atas tentunya sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas ibadah masyarakat, hanya saja terkadang sebagian masyarakat tidak dapat mengambil banyak faedah dari isi-isi kultum yang disampaikan oleh para penceramah dan pengisi acara. Alhasil pendengar hanya mendapatkan pembahasan yang berulang dengan dalil-dalil yang sama, disebabkan ketidakhadiran buku panduan dengan topik pembahasan yang berbeda dan kekinian.

Menanggapi hal ini, Pengurus Mushala An-Nur mencoba untuk menyusun modul ceramah/kultum Ramadhan agar isinya lebih terarah dan bermanfaat banyak, sehingga jamaah bisa mengulang dan membaca kembali topik pembahasan kultum yang telah disampaikan di masjid atau mushala. Meski dikaitkan pada kegiatan kultum, dengan tidak menghilangkan esensi dan substansi buku ini, setiap babnya layak sekali untuk dibaca sebagai penambah pengetahuan kita semua.

Buku ini menyinggung banyak perkara terkait Ramadhan, seperti pengertian puasa, zakat, takwa, tarawih ditinjau dari sejarah, dan hikmahnya serta korelasinya dengan puasa. Kemudian ada pembahasan mengenai ibadah individual dan sosial, iman kepada perkara gaib, janji dan ancaman bagi yang menghianatinya, hidayah dan kebahagiaan, ihsan, infak, amarah, menjadi pemaaf dan masih banyak lagi pembahasan menarik di dalamnya.

Dengan judul “30 Hari Menuju Takwa”, buku ini disusun oleh 6 penulis dengan atribusi Mahasiswa UIN Jakarta. لعبة بلاك جاك تحميل Keenam penulis tersebut merupakan alumni dari pesantren yang berbeda-beda. Buku tersebut ditulis sebagai panduan kultum dan juga bahan bacaan dalam rangka menambah wawasan yang semoga mengantarkan pada takwa, sebagaimana judul yang tertera pada buku ini.

Buku setebal 168 halaman menampilkan dalil-dalil ayat Alquran dan hadis beserta penjelasan dari para ulama baik klasik maupun kontemporer yang dinukil dari kitab-kitab yang kredibel. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Ambil Peran Indonesia dan didukung oleh Pesantren Development Project yang nantinya akan dibagikan secara gratis ke berbagai lembaga pendidikan atau syiar agama seperti pesantren, madrasah, masjid dan musola. Selain itu, buku ini juga akan dibagikan dalam bentuk e-book dan  melalui link di bawah ini.

Download buku 30 Hari Menuju Takwa


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri