Oleh Ust. Darma Ami Fauzi, LC

(Alumni Universitas Al Azhar Kairo Tahun 2019)

Rajab adalah salah satu bulan yang di muliakan oleh Allah SWT, bahkan pada bulan rajab ada peristiwa monumental yang luar biasa, yaitu di isra’ mi’raj kannya baginda Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dalam firman Allah Swt :

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya:

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat”.

Dalam Kitab Mukasysyafatu al-Qulub Karya Imam Al-Ghazali bahwa Rajab terdiri dari 3 huruf ر (ra) ج (jim) ب (ba). (ra) yang bermakna rahmatullah, (jim) yang bermakna jurmul ‘abdi wa jinayatuhu (kejahatan hamba) dan (ba) birrullah (kebaikan Allah Swt). Dengan maksud, ditengah-tengah kejahatan yang dilakukan oleh seorang  hamba di bulan rajab, Allah SWT masih senantiasa melimpahkan rahmat dan kebaikannya.

Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan suri tauladan yang luar biasa kepada kita semua. Ketika memasuki bulan rajab, beliau senantiasa membaca doa, sebagaimana dalam sabdanya :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ، قَالَ: اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

Artinya:

“Ketika Nabi Muhammad SAW memasuki bulan Rajab, beliau mengucapkan, Allahumma barik lana fi rajaba wa syabana wa ballighna Ramadana”.

Bila kita renungkan, doa ini adalah permohonan kita agar diberi umur yang Panjang, namun bukan hanya umur yang Panjang melainkan umur yang berkah dan bermanfaat agar Allah SWT senantiasa menjadikan kita hamba yang berkarakter dengan sifat-sifat yang Allah ridhai. Tidak menggunjing, menyakiti sesama, jujur, adil dan tidak merasa diri lebih baik dari yang lain.

Maka dengan kemulian di bulan Rajab, ulama menganjurkan agar kita senantiasa meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT seperti; Puasa Sunnah, Khusyuk ketika salat dan bertaubat. Pada intinya peningkat kualitas ibadah yang kita tanam pada bulan rajab kemudian kita sirami pada bulan sya’ban dan kita petik hasil dari apa yang kita tanam nanti di bulan ramadhan mendatang. Pada akhirnya, kita sudah harus menyiapkan diri untuk menyongsong Bulan Suci Ramadhan. Semoga kita semua selalu ada dalam Taufik, Rahmat serta Keberkahan yang diberikan Allah SWT, Amin..


Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.