Inilah Kitab Turats yang Sering Dikaji di Pesantren! (Bagian pertama) - Santri Mengglobal kita memiliki kitab kuning yang menjadi ciri khas dan merupakan salah satu ikon santri. Dinamakan kitab kuning karena kerap kitab-kitab ini dicetak dengan kertas yang berwarna kekuning-kuningan.

Setiap lembaga pendidikan dari mulai taman kanak-kanak hinga perkuliahan memiliki memiliki buku yang digunakan para muridnya untuk belajar. Begitupun para santri yang belajar di pesantren, kita memiliki kitab kuning yang menjadi ciri khas dan merupakan salah satu ikon santri. قوانين البوكر بالصور Dinamakan kitab kuning karena kerap kitab-kitab ini dicetak dengan kertas yang berwarna kekuning-kuningan. موقع مراهنات Harganya relatif murah dibandingkan kitab yang dicetak dengan kertas putih seperti saat ini. Berikut daftar kitab-kitab turats yang sering dikaji di pesantren.

  1. Al-Jurumiyah

kitab al-Ajurumiyah adalah kitab dasar dalam
gramatikal bahasa arab atau ilmu nahwu. Kitab ini tipis akan tetapi penuh
dengan faidah dan besar sekali manfaatnya. Pengarangnya adalah al-Imam ash-Shanhaji, asal beliau adalah Maroko,
nama lengkapnya adalah Abu ‘Abdullah Muhammad bin Muhammad. Lahir pada tahun
672 H dan wafat pada 723 H.

Disebutkan dalam kitab Mukhtashār Jiddan karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan yang merupakan syarah atas kitab al-Ajurumiyah, “Syaikh ash-Shanhaji menulis kitab ini di hadapan Ka’bah, kemudian beliau lemparkan kitab ini ke lautan, jikalau kitab ini dibuat atas dasar keikhlasan dan mengharap ridho Allah SWT maka ia tidak akan basah. Dan yang terjadi sebagaimana demikian, para santri hingga saat ini dapat menikmati isi kitab al-Ajurumiyah.

Chicos de viagra levitra 10 mg precio en farmacia viagra podría facilitar los trasplantes de células madre | ciencia popular

Kitab al-Ajurumiyah diawali dengan Bab Kalam dan diakhiri dengan Bab Mahfudhāt al-Asmā`. Kitab ini penting sekali dipelajari para pemula, oleh karena itu kitab ni dipelajari di kelas-kelas awal di pesantren.

2. Ta’lim al-Muta’allim

“Saya memperhatikan para pelajar, mereka telah
bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka tidak memperoleh
buahnya, yaitu mengamalkan ilmu itu dan menyebarkannya. Hal itu terjadi karena
cara mereka menuntut ilmu salah, dan mereka meninggalkan syarat-syaratnya. Barangsiapa
salah jalan, tentu tersesat. (Syekh Az-Zurnaji).

Ada perkataan yang masyhur dan sering kita dengar, yaitu
perkataan Imam Malik RA,

تعلم الأدب
قبل أن تتعلم العلم

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Kitab Ta’līm al-Muta’allim banyak dikaji di
beberapa pesantren. Kitab ini sangat penting sekali dijadikan pedoman bagi para
santri, sebab di dalamnya terdapat aturan-aturan yang menjadi wasilah datangnya
ilmu. Pengarangnya adalah Imam Burhanuddin Ibrahim al-Zarnuji al-Hanafi. لعب قمار على النت

Secara umum kitab ini berisikan tiga belas pasal yang
singkat-singkat, yaitu:

  1. Pengertian
    Ilmu dan Keutamaannya
  2. Niat di kala
    belajar
  3. Memilih
    ilmu, guru dan teman serta ketahanan dalam belajar
  4. Menghormati
    ilmu dan ulama serta keluarganya
  5. Ketekunan,
    kontiunitas dan cita-cita luhur
  6. Permulaan
    dan intensitas belajar serta tata tertibnya
  7. Tawakal
    kepada Allah
  8. Masa atau
    waktu belajar
  9. Kasih sayang
    dan saling memberi nasehat
  10. Mengambil
    pelajaran
  11. Wara
    (menjaga diri dari yang haram dan syubhat) pada masa belajar
  12. Penyebab
    hafal dan lupa, dan
  13. Masalah
    rezeki dan umur.

Kitab ini sangat recommended untuk para pelajar, di
dalamnya terdapat banyak motivasi dan panduan yang insyaAllah dapat melancarkan
proses kita dalam mendapat ilmu, tentunya yang bermanfaat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *