SANTRIMENGGLOBAL.COM – Yayasan Santri Mengglobal Nusantara selalu konsisten membantu santri untuk bisa belajar di luar negeri melalui kegiatan Edukasi, Informasi dan Motivasi. Salah satu kegiatan tersebut adalah Online Mentoring yang merupakan rangkaian kegiatan Harlah Santri Mengglobal Ketiga dilaksanakan pada hari Minggu, 09 Januari 2022 pada Pukul 19.30 WIB sampai dengan 21.00 WIB dan berlangsung dengan baik serta antusias tinggi dari peserta mentoring.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Moderator, Ka Nur Aulia Fatimah sebagai Wakil Koordinator Bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Santri Mengglobal serta diawali dengan Sambutan dari Pembina Yayasan Santri Mengglobal yang disampaikan oleh Ka Dito Alif Pratama.

Quote penuh inspirasi dari narasumber

Selanjutnya, materi pertama diisi oleh Ka Abdul Latif Mashudi sebagai Mahasiswa S1 Manajemen Bisnis di Universitas Terbuka Korea Selatan sekaligus Ketua PCI IPNU Korea Selatan. Abdul Latif mengungkapkan kisah bagaimana sebenarnya pertama kali ke Korea Selatan, “Saya seorang pekerja yang juga punya kesulitan dalam hidup, bahkan sampai hari ini harus bekerja sampai 12 jam tapi selalu bersyukur seorang anak Desa asal Ngiyono, Japah-Blora Jawa Tengah punya aktivitas kuliah di Negara Korea Selatan” Ujarnya pada sesi pembukaan. Ia juga menyampaikan tentang bagaimana Urgensi Santri ketika di Korea Selatan menjadi imam dan keterbutuhannya sebagai imam masjid di Korea Selatan sambil juga memohon doa atas kelulusannya, “tanggal 10 bulan 10 saya akan lulus, saya juga sebagai Ketua PCINU Korea Selatan dengan masa jabatan sampai tahun 2023” Harapnya.

Ka Abdul Latif Mashudi berpesan pada closing statement : “Ada satu kalimat yang saya pegang bahwa Garis finish bukanlah akhir dari suatu perjalanan melainkan tempat terbaik untuk menjadi awal yang baru”.

Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua, Ka Muhammad Irfansyah Maulana sebagai Integrated MS-PhD, Daegu Gyeongbuk Institute of Science and Technology (DGIST) Korea Selatan sekaligus Sekretaris PCINU Korea Selatan. Ka Irfansyah menjelaskan secara komprehensif mulai dari perlunya belajar di luar negeri, langkah-langkah studi dengan menentukan negara destinasi belajar, penyedia program beasiswa, program studi sesuai minat dan bakat, serta memilih perguruan tinggi sebagai tujuan utama dan diakhiri dengan penjelasan Tips dan Trik dalam Meraih Beasiswa. Ka Irfansyah juga menjelaskan bahwa dalam meraih beasiswa harus dapat mengambil pelajaran dari perjalanan Start-Up, “Kita harus berani mengambil resiko, perlunya strategi, terus belajar dari kesalahan, kalaupun gagal harus berani bangkit, dan jangan lupa dukungan orang tua serta sadari bahwa gelar bukan segalanya”. Jelas Ka Irfansyah.

Langkah-langkah studi di luar negeri

Ka Muhammad Irfansyah Maulana berpesan pada closing statement : “Pada hakikatnya saya sangat mendukung perjuangan teman-teman semua untuk melanjutkan studi karena sebagaimana yang kita ketahui belajar itu tidak sekejap tapi sepanjang hayat. Selama hayat masih dikandung badan maka kita harus terus mencari ilmu dimanapun itu”.

Kegiatan berlangsung dengan baik sesuai rencana dan diikuti oleh Santri, Masyarakat umum dari berbagai kalangan dengan antusias yang sangat tinggi untuk juga bisa meraih beasiswa seperti yang diperoleh para pemateri.

Categories: Program

Santri Mengglobal

Bantu santri untuk bisa belajar di luar negeri

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *