Dalam rangka menghidupkan suasana Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukmajaya menggelar kajian ilmiah bertajuk Ngaji Moment. Kegiatan perdana ini dilaksanakan pada Rabu (25/02) dan akan berlangsung rutin setiap Rabu malam selepas salat Tarawih di Masjid Al-Huda, Griya Depok Asri, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya, komunitas Santri Mengglobal, dan Remaja Masjid Al-Huda. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar pada Ramadhan tahun lalu. Kehadiran kembali kajian ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menyediakan ruang pembelajaran keislaman bagi pelajar serta masyarakat sekitar.
Pada pertemuan perdana, materi yang dibahas berfokus pada fikih shalat dengan merujuk pada kitab Matan Taqrib karya Imam Abi Syuja’, salah satu kitab dasar dalam mazhab Syafi’i yang banyak dipelajari di lingkungan pesantren. Kajian tersebut dipantik oleh Ustadz Darma Ami Fauzi.
Dalam pemaparannya, Ustadz Darma menjelaskan bahwa memahami shalat tidak cukup hanya sebatas memenuhi rukun dan syarat sah secara hukum fikih. Menurutnya, meskipun aspek keabsahan shalat sangat penting, esensi ibadah ini jauh melampaui formalitas semata.
Ia menekankan bahwa shalat seharusnya mampu meningkatkan kualitas spiritual seseorang, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menghadirkan kekhusyukan dan kesadaran dalam setiap bacaan maupun gerakan.
Sementara itu, Ketua MWC NU Sukmajaya, Ustadz Achmad Fachruddin, dalam sambutannya mengingatkan bahwa shalat merupakan fondasi utama dalam kehidupan beragama. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dan kerapian dalam menjaga shalat akan berpengaruh pada kualitas ibadah lainnya.
“Yang paling utama adalah shalat. Jika shalatnya terjaga dengan baik, insyaallah ibadah yang lain juga akan mengikuti,” ujarnya.
Ketua PAC IPNU Sukmajaya, Habil Aulia Mufa, turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Ramadhan sebagai momentum strategis untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi pelajar, para ulama, serta Remaja Masjid Al-Huda di wilayah Sukmajaya, khususnya Kelurahan Mekarjaya.
Menurutnya, sinergi ini tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam pembinaan pelajar Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan. Ia berharap para peserta dapat mengikuti kajian dengan penuh kesungguhan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kajian rutin ini, diharapkan semangat belajar dan beribadah di bulan Ramadhan semakin tumbuh, sekaligus memperkuat peran pelajar NU dalam membangun tradisi keilmuan di tengah masyarakat.