Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Dibuka, 2.500 Santri Bisa Dapat Bantuan Rp4 Juta

01 Sep

Santri Mengglobal — Kabar baik bagi santri kelas 12 yang sedang mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Beasiswa Santri BAZNAS 2026 dengan target penerima sebanyak 2.500 santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Program ini diperuntukkan bagi santri berprestasi dari keluarga dhuafa yang sedang menempuh pendidikan formal kelas 12 MA atau sederajat dan memiliki keinginan melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi favorit. Pengajuan beasiswa dilakukan secara kolektif oleh pihak pesantren, bukan secara mandiri oleh masing-masing santri.

Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 dibuka mulai 1 hingga 14 September 2026. Setelah tahap pendaftaran, seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 15-30 September 2026, sedangkan seleksi substansi akan dilaksanakan pada 1-10 Oktober 2026. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 17 Oktober 2026.

Setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS 2026 akan memperoleh bantuan sebesar Rp4 juta per santri. Dana tersebut disalurkan kepada pesantren penerima manfaat untuk dikelola dalam mendukung persiapan santri masuk perguruan tinggi.

Dana beasiswa dapat digunakan antara lain untuk biaya bimbingan belajar, pelaksanaan try out, serta penyediaan bahan pembelajaran untuk mendukung persiapan masuk perguruan tinggi.

Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan dalam bentuk dana, tetapi juga mendorong pesantren melakukan pendampingan secara lebih terstruktur kepada para santri yang sedang mempersiapkan seleksi masuk perguruan tinggi.

BAZNAS juga mengalokasikan dukungan bagi operasional program di pesantren, termasuk atribut pelaksanaan program, kegiatan education expo, dan biaya internet. Penanggung jawab program di pesantren juga mendapatkan dana apresiasi sebesar Rp200 ribu untuk setiap santri yang didampingi.

Siapa yang Bisa Mendaftar?

Dalam petunjuk teknis Beasiswa Santri BAZNAS 2026, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu diperhatikan.

Santri yang diajukan harus merupakan Warga Negara Indonesia, berasal dari pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama dan memiliki Nomor Statistik Pesantren atau NSP/NSPP. Santri juga harus masih aktif sebagai siswa kelas 12 MA atau sederajat dan memiliki NISN.

Selain itu, calon penerima harus memiliki akhlak terpuji dan mendapat rekomendasi dari pimpinan pesantren, memiliki wawasan dan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman, serta mempunyai prestasi akademik dan/atau nonakademik yang dibuktikan melalui nilai rapor, sertifikat, atau piagam penghargaan.

Ada pula beberapa persyaratan khusus. Santri yang diajukan harus berasal dari keluarga dhuafa, mendapatkan izin orang tua atau wali untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta tidak memiliki kewajiban mengabdi di pesantren setelah lulus dari MA atau sederajat.

Santri juga harus bersedia mengikuti seluruh rangkaian program. Apabila dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Santri BAZNAS, peserta tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa.

Pesantren Bisa Mengajukan hingga 30 Santri

Kuota pengajuan dari setiap pesantren berbeda-beda.

Pesantren yang pernah mengikuti program Beasiswa Santri BAZNAS pada 2024 atau 2025 dan memiliki tingkat kelulusan santri ke PTN atau PTKIN lebih dari 50 persen dapat mengajukan hingga 30 santri.

Sementara pesantren yang tingkat kelulusannya kurang dari 50 persen dapat mengajukan maksimal 15 santri. Adapun pesantren yang baru pertama kali mengikuti program ini juga dapat mengajukan maksimal 15 santri.

Pendaftaran Dilakukan oleh Pesantren

Hal penting yang perlu diketahui para santri adalah pendaftaran tidak dilakukan secara perseorangan.

Pihak pesantren terlebih dahulu harus membaca petunjuk teknis dan menyiapkan seluruh persyaratan, kemudian mengisi formulir pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 melalui laman resmi yang disediakan BAZNAS.

Pesantren juga harus menyiapkan sejumlah dokumen, di antaranya proposal pengajuan, Data Terpadu Santri, motivation letter para santri, serta dokumen strategi pelaksanaan program.

Proposal juga harus dilengkapi berbagai dokumen kelembagaan, seperti izin operasional pesantren, struktur organisasi, SK pengangkatan pimpinan, identitas pimpinan, rekening pesantren, NPSN, akreditasi sekolah, surat keterangan aktif siswa kelas 12, hingga surat yang menerangkan bahwa santri tidak memiliki kewajiban mengabdi setelah lulus.

Dorong Santri Masuk Perguruan Tinggi Terbaik

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan program Beasiswa Santri BAZNAS telah menjangkau puluhan ribu santri sejak diselenggarakan pada 2021.

Menurutnya, sepanjang 2021 hingga 2025 terdapat 32.418 santri dari berbagai daerah yang telah memperoleh manfaat program untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi.

Pada 2025, lebih dari 7.300 santri disebut berhasil diterima di berbagai PTN, PTKIN, perguruan tinggi swasta unggulan, dan perguruan tinggi kedinasan.

BAZNAS berharap kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tidak hanya dinikmati santri dari pesantren yang memiliki fasilitas pendidikan memadai. Santri dari keluarga kurang mampu dan pesantren di berbagai daerah juga diharapkan memiliki peluang yang sama untuk masuk ke kampus-kampus terbaik.

Sodik juga mendorong para santri agar tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi turut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, serta berbagai bidang strategis lainnya.

Dari pesantren, menurutnya, diharapkan lahir generasi baru dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang tetap membawa karakter dan nilai-nilai kepesantrenan.

 

Bagi santri kelas 12 yang memenuhi persyaratan, kesempatan ini layak dipersiapkan sejak sekarang. Karena pendaftaran dilakukan melalui pesantren, santri yang berminat dapat segera berkoordinasi dengan pengasuh, pimpinan, atau pengelola pendidikan di pesantren masing-masing sebelum pendaftaran ditutup pada 14 September 2026.

Tags beasiswa