Chevening OCIS Fellowship 2026 Dibuka, Kesempatan Riset Lima Bulan di Oxford bagi Akademisi dan Profesional Muslim

15 Sep

Santri Mengglobal — Chevening kembali membuka kesempatan bagi akademisi dan profesional untuk mengikuti Chevening Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) Fellowship. Program ini menawarkan kesempatan melakukan riset mandiri selama lima bulan di Oxford Centre for Islamic Studies, Inggris, dengan dukungan biaya hidup, tiket pesawat, hingga tunjangan kegiatan penelitian.

Pendaftaran dibuka hingga 6 Oktober 2026 pukul 11.00 UTC, atau sekitar 18.00 WIB. Indonesia termasuk salah satu negara yang warganya dapat mendaftar program ini.

Chevening OCIS Fellowship merupakan program kolaborasi antara Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) Inggris dan Oxford Centre for Islamic Studies. Program ini secara khusus ditujukan bagi profesional tingkat menengah dan akademisi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kegiatan akademik untuk memperkuat pemahaman tentang kebudayaan dan peradaban Islam serta masyarakat Muslim kontemporer.

Kesempatan Riset di Oxford Centre for Islamic Studies

Program fellowship ini berlangsung selama lima bulan, dengan periode program disebut berlangsung mulai Oktober hingga Maret. Hanya enam kandidat terpilih yang akan mendapatkan kesempatan melakukan riset mandiri berdasarkan proyek penelitian masing-masing.

Selama berada di Oxford, para fellow akan memperoleh ruang untuk mendalami berbagai persoalan global melalui perspektif pemikiran Islam, diplomasi, dan kebijakan kontemporer. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai hubungan internasional, dialog antaragama, serta kepemimpinan dalam masyarakat yang beragam.

Tema-tema yang dapat dieksplorasi cukup luas. Di antaranya adalah sejarah Islam, ilmu-ilmu Islam klasik, ekonomi dan keuangan Islam, kesehatan masyarakat, sains dan teknologi di dunia Muslim, hingga kajian mengenai masyarakat Muslim di Barat. Peserta juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap dialog antarperadaban dan pertukaran akademik.

Apa Saja yang Didapat?

Chevening OCIS Fellowship memberikan sejumlah dukungan kepada peserta terpilih. Berdasarkan informasi resmi Chevening, fasilitas yang diberikan meliputi:

  • kesempatan melakukan riset selama lima bulan di Oxford Centre for Islamic Studies;
  • biaya hidup selama mengikuti fellowship;
  • tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi; dan
  • paket tunjangan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penelitian.

Selain dukungan pendanaan tersebut, peserta akan mendapatkan akses terhadap sumber daya akademik dan pendampingan, kesempatan mengikuti dialog lintas budaya dan pertukaran intelektual, serta pengembangan kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebijakan.

Siapa yang Bisa Mendaftar?

Program ini terbuka bagi warga sejumlah negara, termasuk Indonesia. Secara khusus, pelamar Chevening OCIS Fellowship harus memiliki kualifikasi pascasarjana atau memiliki pelatihan maupun pengalaman profesional yang setara dalam bidang yang relevan.

Pelamar juga harus mempunyai pengalaman profesional dan/atau penelitian akademik yang signifikan, yaitu sekurang-kurangnya lima tahun.

Selain persyaratan khusus tersebut, pelamar harus memenuhi ketentuan umum Chevening Fellowship. Di antaranya adalah memiliki potensi kepemimpinan dan pengaruh, serta bersedia kembali ke negara kewarganegaraannya sekurang-kurangnya selama satu tahun setelah fellowship berakhir.

Pelamar juga tidak boleh memegang kewarganegaraan Inggris atau kewarganegaraan ganda Inggris, dengan pengecualian tertentu bagi warga British Overseas Territory. Mereka yang pernah menerima pendanaan beasiswa Pemerintah Inggris, termasuk Chevening, juga harus memperhatikan ketentuan jeda waktu yang berlaku.

Harus Menyiapkan Proposal Penelitian

Salah satu bagian penting dalam pendaftaran adalah proposal penelitian singkat. Pelamar perlu menjelaskan bidang penelitian yang hendak dilakukan selama berada di Oxford Centre for Islamic Studies.

Proposal tersebut setidaknya perlu memuat pertanyaan penelitian utama dan penjelasan mengenai bagaimana penelitian itu akan dilakukan selama masa residensi di pusat kajian tersebut. Dengan demikian, calon pelamar sebaiknya sejak awal sudah memiliki fokus penelitian yang cukup matang dan realistis untuk dikerjakan dalam periode fellowship.

Bagi akademisi studi Islam di Indonesia, kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian dalam berbagai bidang, mulai dari sejarah intelektual Islam, studi Al-Qur'an dan hadis, pemikiran Islam, ekonomi syariah, hubungan antaragama, hingga isu-isu Muslim kontemporer.

Seleksi Melalui Dua Tahap Wawancara

Proses seleksi Chevening OCIS Fellowship mencakup dua tahap wawancara.

Wawancara pertama dilakukan bersama pihak British Embassy atau British High Commission. Pada tahap ini, kandidat harus mampu menjelaskan kelayakan dirinya, motivasi mengikuti fellowship, serta minat dan agenda penelitiannya.

Pelamar yang berhasil melewati tahap tersebut kemudian akan mengikuti wawancara kedua sekaligus terakhir bersama perwakilan Oxford Centre for Islamic Studies. Tahap kedua akan memberikan perhatian lebih besar pada rencana dan minat penelitian kandidat.

Karena itu, selain memiliki rekam jejak akademik atau profesional yang kuat, calon peserta juga perlu mampu menjelaskan secara meyakinkan hubungan antara pengalaman mereka, proyek penelitian yang diajukan, dan kontribusi yang ingin diberikan setelah menyelesaikan fellowship.

Deadline 6 Oktober 2026

Pendaftaran Chevening Oxford Centre for Islamic Studies Fellowship dibuka hingga Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 11.00 UTC atau sekitar 18.00 WIB. Calon pelamar disarankan tidak menunggu hari terakhir untuk mengirimkan aplikasi.

Informasi lengkap mengenai program, persyaratan, pendanaan, dan ketentuan terbaru dapat dibaca melalui laman resmi Chevening. Laman resmi Chevening OCIS Fellowship

 

Aplikasi dapat diajukan melalui sistem pendaftaran Chevening. Daftar Chevening OCIS Fellowship

Tags beasiswa