DKM Goes Global: FSH Universitas PTIQ Perkuat Kapasitas Pengelola Masjid di Malaysia

10 Aug

KUALA LUMPUR — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas PTIQ Jakarta menggelar program bertajuk “DKM Goes Global” di Malaysia pada 23–25 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang dirancang untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam mengelola lembaga keagamaan secara profesional serta berperspektif global.

Program tersebut diikuti oleh sejumlah perwakilan pengurus masjid dan musala di wilayah Jakarta, termasuk DKM Masjid Al-Fajri dan Musholla Halimatussa’diyah, Jakarta Selatan. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung praktik tata kelola lembaga keislaman di Malaysia sekaligus memperluas jejaring dengan komunitas Muslim Indonesia di negara tersebut.

Pelaksanaan “DKM Goes Global” didukung oleh Santri Mengglobal Foundation dan melibatkan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebagai mitra di Malaysia. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong pengelola masjid, mahasiswa, dan santri Indonesia agar memiliki wawasan internasional serta mampu memberikan kontribusi yang lebih luas kepada umat.

Belajar dari Pengelolaan Masjid di Malaysia

Selama berada di Malaysia, rombongan mengunjungi sejumlah masjid bersejarah dan ikonik, seperti Masjid Putra di Putrajaya, Masjid Jamek dan Masjid India di Kuala Lumpur, serta Masjid Yayasan Mohamed Noah di Genting Highlands.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengamati secara langsung tata kelola masjid, pelaksanaan kegiatan keagamaan, serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Para peserta juga dapat membandingkan praktik pengelolaan masjid di Malaysia dengan kondisi dan kebutuhan masjid di Indonesia.

Selain mengunjungi sejumlah masjid, rombongan juga mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kunjungan ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai pelayanan terhadap warga negara Indonesia sekaligus kehidupan komunitas Indonesia di luar negeri.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Dito Alif Pratama, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa “DKM Goes Global” merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi yang hadir secara langsung di tengah masyarakat dan tidak terbatas pada kegiatan di dalam ruang kelas.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran untuk memahami penerapan fiqh dan hukum Islam dalam konteks sosial serta kenegaraan yang berbeda.

“DKM Goes Global berangkat dari keyakinan bahwa masjid merupakan pusat peradaban. Apabila para pengurusnya memiliki wawasan global dan kemampuan tata kelola yang baik, manfaat masjid bagi umat akan semakin luas,” ujar Dito Alif Pratama.

Ia menambahkan bahwa perbedaan latar sosial dan sistem hukum di setiap negara dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai dinamika penerapan fiqh dan hukum Islam.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat bagaimana fiqh dan hukum Islam diterapkan dalam konteks yang berbeda di setiap negara. Kami berharap program pengabdian ini dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kampus, masyarakat, dan komunitas Muslim di berbagai belahan dunia,” lanjutnya.

Memperkuat Silaturahmi dan Pertukaran Pengalaman

Pelaksana Harian Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Mashudi, M.Pd., melalui Haidir Ali selaku penanggung jawab PKM Internasional SIKL Malaysia, menyambut baik kedatangan rombongan dari Universitas PTIQ Jakarta. Ia berharap kerja sama dan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang.

“Kami menyambut baik pelaksanaan program DKM Goes Global. Kehadiran para pengurus masjid, yang di antaranya juga merupakan mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, semakin memperkuat silaturahmi dan membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan pendidikan serta kegiatan keagamaan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” kata Haidir Ali.

Pertemuan tersebut tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan kegiatan keagamaan lintas negara.

Melalui program “DKM Goes Global”, FSH Universitas PTIQ Jakarta berharap dapat mengembangkan model pengabdian internasional yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan DKM serta mendorong masjid agar semakin berperan sebagai pusat pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat di tingkat global.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan masjid pada masa kini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami aspek keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, jejaring yang luas, dan kepekaan terhadap perkembangan masyarakat global.