Menjadi Perwakilan Indonesia di Kegiatan Kepemudaan di New Zealand

29 Apr

Menjadi Perwakilan Indonesia di Kegiatan Kepemudaan di New Zealand

Auckland, New Zealand - Kalau kamu melihat berseliweran berbagai event international yang menawarkan kesempatan Fully Funded, maka kamu tidak sendirian. Aku adalah satu dari banyak orang yang suka mencoba mendaftar kemudian tidak terpilih sebagai bagian yang dibiayai penuh, paling tinggi biasanya adalah Partially funded atau dibiayai Sebagian.

Karena terbiasa mendaftar, meminta izin sampai surat rekomendasi, suatu hari pembimbing studiku mengirimkan salah satu flyer kegiatan internasional di Auckland, New Zealand. Berawal dari mencari keberkahan akhirnya aku mendaftar. Sebulan berlalu, di Sabtu, 21 Februari 2026 masih di minggu pertama Ramadan, aku dikejutkan dengan pengumuman melalui email dengan nama dan fotoku terpampang sebagai penerima Fully Funded. 

Saking seringnya gagal, aku sampai benar-benar butuh waktu untuk mencerna kalau aku mendapat pembiayaan penuh untuk ikut program ini. Setelah menyiapkan berbagai persyaratan pasca diterima, aku mulai mengajukan visa kunjungan ke New Zealand sampai memohon izin untuk kegiatan. Pembimbingku pun mengapresiasi semangat dan diterimanya aku pada program ini. 

Kegiatan dimulai di tanggal 20 April 2026, peserta diberikan kaos kegiatan untuk dipakai di hari pertama. Saat masuk ke ruangan, dan mulai berkenalan, satu Kesan yang kudapatkan adalah betapa sangat bervariasinya asal negara sesama peserta di kegiatan ini, dari berbagai benua, dan dari negara yang bahkan Namanya baru kutau saat itu. Teman peserta membentang dari Bahamas, UK, Nigeria, South Africa, Jepang, Philipina, Thailand, Vietnam, Laos, Solomon Islands, Tonga, Fiji, Srilanka, Nepal, India, China, Hungaria, Lebanon, Mesir, dan lainnya.

Setelah sesi berkenalan, kegiatan dimulai dengan berbagai narasumber dan fasilitator dari berbagai bidang. Menariknya, yang berbeda dari berbagai kegiatan kepemimpinan yang sebelumnya pernah kuikuti adalah tema yang disampaikan dan background mereka yang memperkaya pemaknaan kepemimpinan dan kepemudaan. Mulai dari bagaimana public speaking misalnya berkolerasi dengan momen di dalam struktur saraf, meningkatkan kepercayaan diri, dan cara mengatasi perasaan tidak nyaman saat berbicara di hadapan umum. Atau ada juga memahami kepemimpinan dari sebuah pengalaman militer, sisi entrepreneur, atau bahkan mantan atlit olimpiade. Materi dikemas dengan tidak hanya ceramah tapi juga kegiatan berkelompok, kegiatan mandiri, dan lain-lain untuk menunjang pemahaman dan praktiknya. 

Selain kegiatan di ruangan, peserta juga amat sangat disarankan untuk saling membangun networking mengingat betapa luasnya lingkup peserta yang datang dari berbagai negara di dunia. Satu hal yang kuingat bahwa di antara seluruh peserta, isinya adalah tidak ada rasa kompetisi ingin jadi yang terbaik. Lebih jauh, peserta dipenuhi semangat untuk mengapresiasi, saling bertumbuh, memberikan kesempatan, mendengarkan utuh, dan sebagainya. 

Bahkan ada satu momen sesi dimana aku dikejutkan dengan sebuah simulasi yang tidak terbayangkan, di tengah kepanikan dan proses untuk mencerna permainan, semua turut saling mendukung, memberikan semangat, dan bahkan saling tertawa. Fasilitator juga secara langsung menegaskan proses ini tidak mudah bagi semua orang, dan rasa tidak nyaman yang kadang dirasakan saat melalui semua momen berbicara di hadapan umum bahkan saat mengalami kebuntuan adalah proses penting untuk tetap bertumbuh. 

Di hari terakhir kami masih diberikan materi berupa AI, diminta presentasi terkait penanganan masalah, kolaborasi penggunaan AI, dan bahkan ada sesi debat terbuka terkait urgensi, efektifitas, dan efisiensi dari sisi pemerintahan. Setelah selesai, kami pun diminta untuk saling dengan baju kultural dan bendera negara asal kami berpose di bagian depan ruangan, setiap nama negara disebut, kami semua saling memberikan tepuk tangan dan apresiasi. 

Kegiatan akhirnya ditutup dengan pembagian sertifikat tanda kami menyelesaikan kegiatan dengan baik. Apa kesannya setelah melalui seluruh kegiatan di negara baru dengan teman dan pemahaman yang baru? Aku tak bosan untuk menyampaikan bahwa kegiatan serupa sangat layak diikuti dan diperjuangkan. Mungkin hari ini kita beruntung hanya dibiayai Sebagian di lain waktu mungkin kamu akan menjadi salah satu yang dibiayai penuh. Semangat untuk senantiasa mencoba menjadi representasi Indonesia di berbagai pertemuan dunia.***